TODAY'S RECAP

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

13 Maret 2026

Cari berita

Pipa Gas TGI Meledak, Produksi Minyak Blok Rokan Anjlok Hingga 30 Ribu Barel per Hari

Poin Penting (3)
  • Ledakan pipa gas TGI di Indragiri Hilir, Riau, menyebabkan produksi minyak Blok Rokan anjlok hingga 30.000 barel per hari dari normalnya 150.000-165.000 barel per hari.
  • Pemerintah menargetkan perbaikan pipa selesai 7 Januari 2026 untuk mengejar target lifting minyak nasional 610.000 barel per hari pada 2026.
  • Insiden menewaskan 10 korban luka, membakar 10 kendaraan dan 3 bangunan, serta mengganggu distribusi gas sistemik di Sumatera.

Resolusi.co, RIAU – Insiden kebocoran dan ledakan pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, pada Jumat (2/1/2026) sore, memberikan dampak serius terhadap produksi minyak nasional. Kejadian yang terjadi sekitar pukul 16.35 WIB itu memicu semburan api setinggi 15 meter dan menimbulkan kepanikan warga sekitar.

Ledakan pipa gas pada jalur distribusi Grissik-Duri tersebut langsung mengganggu operasional produksi minyak di Blok Rokan, salah satu ladang minyak terbesar Indonesia yang dikelola PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Blok Rokan menyumbang sekitar 24 persen dari total produksi minyak nasional dengan rata-rata 150.000-165.000 barel per hari.

Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman mengungkapkan, produksi minyak Blok Rokan anjlok drastis hingga hanya tersisa 30.000 barel per hari, turun sekitar 120.000 barel dari kapasitas normalnya. Penurunan ini disebabkan terhentinya pasokan gas untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) yang memasok 70 persen kebutuhan listrik operasional Blok Rokan.

Menanggapi situasi genting ini, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menegaskan perlunya percepatan perbaikan pipa. Ia menjelaskan, gas dari pipa TGI sangat vital untuk menggerakkan pompa-pompa angguk dan pembangkit listrik di wilayah Rokan.

“Untuk awal tahun itu perlu kita pulihkan ya karena nanti berdampak pada proyeksi akhir tahun kita yang 610.000 barel per hari. Jadi kita harus buru-buru agar pipa ini segera bisa tersambung,” ujar Laode di Jakarta, Senin (6/1/2026) malam.

Pemerintah menargetkan pemulihan pipa gas tersebut dapat diselesaikan paling lambat pada 7 Januari 2026. Ketua Posko Satgas Natal dan Tahun Baru ESDM, Erika Retnowati, menyatakan percepatan perbaikan menjadi prioritas utama untuk menjaga stabilitas produksi nasional.

Insiden ini juga menimbulkan korban dan kerugian material. Sebanyak 10 warga mengalami luka, dengan rincian 6 orang luka bakar dan 4 orang luka ringan. Sementara itu, 5 unit truk, 5 sepeda motor, dan 3 bangunan usaha milik warga hangus terbakar karena jaraknya yang dekat dengan titik ledakan.

Corporate Secretary PT PHR Eviyanti Rofraida mengonfirmasi perusahaannya terus berkoordinasi dengan TGI untuk memantau perkembangan perbaikan dan meminimalkan dampak terhadap produksi. Pasokan gas dari TGI digunakan untuk pembangkit listrik sumur-sumur minyak serta fasilitas operasi di Lapangan Duri.

Kebocoran pipa gas ini juga berdampak pada distribusi gas ke wilayah Sumatera, khususnya Riau, yang mengalami gangguan sistemik. Jalur lintas provinsi menuju Jambi sempat ditutup total untuk keamanan, mengingat radius panas ledakan mencapai hampir 300 meter.

Kementerian ESDM menekankan urgensi penyelesaian perbaikan ini, mengingat target produksi minyak nasional tahun 2026 sebesar 610.000 barel per hari sangat bergantung pada kontribusi Blok Rokan. Jika pemulihan terlambat, proyeksi produksi akhir tahun dikhawatirkan tidak akan tercapai.