YMM Gelar Diskusi Penguatan Kelembagaan, Prama Jaya Tekankan Profesionalisme dan Akuntabilitas

- YMM gelar diskusi virtual penguatan kelembagaan dan profesionalisme yayasan.
- Prama Jaya tekankan pentingnya sistem, akuntabilitas, dan integritas agar YMM dipercaya publik.
- Ketua YMM Mohammad Supriyadi komitmen tindaklanjuti masukan dengan pembenahan kelembagaan.
, Pamekasan— Yayasan Maisura Muningar (YMM) menggelar diskusi series 3 virtual bertajuk “Mendorong Profesionalisme Pengelolaan YMM Dengan Penguatan Kelembagaan” sebagai upaya memperkuat tata kelola organisasi agar semakin kredibel, akuntabel dan mampu menjawab tuntutan zaman. Diskusi ini menghadirkan praktisi kelembagaan dan tokoh masyarakat, H. Prama Jaya, serta diikuti jajaran pengurus YMM dan sejumlah pegiat organisasi.
Dalam paparannya, Prama Jaya menegaskan bahwa pengelolaan yayasan di era sekarang tidak bisa lagi mengandalkan pola tradisional yang hanya bertumpu pada semangat kebersamaan. Semangat itu penting, kata dia, tetapi tidak cukup untuk membuat lembaga berdiri kokoh.
“Yayasan tidak bisa dikelola hanya dengan niat baik. Niat baik itu penting, tetapi fondasi utamanya tetap sistem. Sebuah lembaga akan kuat jika dikelola secara profesional, terstruktur, dan memiliki standar kerja yang jelas. Di situlah nanti YMM akan menemukan pijakan kelembagaannya,” tegas Prama.
Ia menilai bahwa profesionalisme pengelolaan yayasan berkaitan langsung dengan kepercayaan publik. Tanpa transparansi dan akuntabilitas, sebuah lembaga sosial akan sulit berkembang dan sulit mendapatkan tempat di hati masyarakat.
“Kepercayaan publik itu tidak jatuh dari langit. Ia lahir dari pengelolaan yang jujur, rapi, dan terbuka. Jika programnya jelas, pelaporannya jelas, dan pertanggungjawabannya jelas, maka masyarakat akan percaya. Dan kepercayaan itu jauh lebih mahal dari apa pun,” ujarnya.
Prama juga menyoroti pentingnya kultur organisasi yang sehat. Menurutnya, penguatan kelembagaan bukan hanya soal memperbaiki struktur, tetapi juga membangun karakter lembaga yang menjunjung integritas dan tanggung jawab moral.
“Profesionalisme tanpa integritas hanya akan melahirkan lembaga yang kosong. Tapi ketika profesionalisme bertemu integritas, di situ lahir kekuatan sejati sebuah institusi. Saya melihat YMM punya modal sosial yang besar untuk ke sana,” kata Prama.
Ia meyakini YMM memiliki potensi besar sebagai wadah perjuangan sosial, kebudayaan sekaligus ruang kontribusi masyarakat Madura bagi bangsa. Namun potensi tersebut, lanjutnya, hanya akan bermakna jika dikelola secara serius dan berkelanjutan.
“YMM ini lahir dari idealisme. Dan idealisme itu harus dikawal dengan tata kelola yang kuat. Kalau dua hal ini menyatu, insya Allah YMM bukan hanya berjalan, tapi akan melangkah jauh dan memberikan manfaat luas,” tambahnya.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Maisura Muningar (YMM), Mohammad Supriyadi menyambut baik pandangan yang disampaikan Prama Jaya. Ia menyebut diskusi ini bukan sekadar forum wacana, tetapi bagian dari proses penataan serius yang sedang dilakukan YMM.
“Kami berterima kasih atas masukan dan pandangan yang sangat konstruktif. Apa yang disampaikan Pak Prama bukan sekadar teori, tapi kebutuhan nyata bagi YMM. Kami ingin menjadikan yayasan ini tidak hanya eksis, tapi benar-benar memiliki kualitas kelembagaan,” ujar Supriyadi.
Ia menegaskan komitmen pengurus untuk menjadikan YMM sebagai lembaga yang modern, profesional, namun tetap menjaga ruh sosial dan kebudayaan yang menjadi identitas masyarakat Madura.
“Bagi kami, penguatan kelembagaan bukan tujuan akhir, tetapi jalan untuk memastikan YMM memberi manfaat nyata. Kami ingin YMM dipercaya publik, dihormati karena integritasnya, dan dikenal karena kerja nyatanya,” tegasnya.
Di akhir kegiatan, Supriyadi menekankan bahwa hasil diskusi akan ditindaklanjuti dengan langkah konkret.
“Insya Allah masukan ini akan kami implementasikan dalam penguatan struktur, sistem kerja, dan pembenahan internal. Kami ingin YMM berdiri kokoh, modern, tapi tetap membumi,” pungkasnya.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: