Dua Kereta Cepat Bertabrakan di Spanyol, 21 Orang Tewas dan 73 Luka-Luka

- Dua kereta cepat tabrakan di Adamuz, Cordoba pada Minggu (18/1) pukul 18.40 waktu setempat setelah kereta Malaga-Madrid tergelincir, menyeberang jalur lain dan menabrak kereta Madrid-Huelva dari arah berlawanan, menewaskan 21 orang dan melukai 73 penumpang
- Korban luka sebanyak 25 orang dalam kondisi serius, satu gerbong terguling ke lereng sedalam 4 meter, penumpang pecahkan jendela pakai palu darurat untuk keluar sambil menggambarkan tabrakan seperti "gempa bumi"
- Seluruh layanan kereta antara Madrid dan Andalusia (Cordoba, Sevilla, Malaga, Huelva) ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut, pos bantuan disiapkan di 5 stasiun besar, Raja Felipe VI dan Ratu Letizia sampaikan belasungkawa
, Madrid – Tragedi kereta api mengguncang Spanyol pada Minggu malam (18/1/2026). Dua kereta cepat bertabrakan di wilayah selatan Andalusia, menewaskan sedikitnya 21 orang dan melukai lebih dari 70 penumpang lainnya.
Badan perkeretaapian Spanyol ADIF menjelaskan kronologi kejadian bermula dari kereta rute Malaga-Madrid yang tergelincir. Kereta tersebut anjlok dari rel di dekat Adamuz, Provinsi Cordoba, sekitar pukul 18.40 waktu setempat.
Setelah keluar dari rel, kereta tersebut menyeberang ke jalur berlawanan. Di jalur tersebut, kereta cepat lain sedang melaju dari arah berlawanan menuju Huelva.
Tabrakan dahsyat pun tidak terelakkan ketika dua kereta bertemu di jalur yang sama. Benturan keras menyebabkan kereta kedua juga ikut tergelincir dari rel.
Operator jaringan kereta api nasional Spanyol, Adif, menyampaikan kedua kereta membawa sekitar 500 penumpang. Jumlah penumpang yang besar ini membuat dampak kecelakaan semakin parah.
Pejabat tertinggi urusan darurat wilayah Andalusia Antonio Sanz melaporkan situasi di lokasi kejadian. Jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 21 orang dan masih ada kekhawatiran akan terus bertambah.
“Situasi ini kemungkinan akan menyebabkan jumlah korban tewas meningkat,” katanya dalam konferensi pers.
Sanz juga menyebutkan korban luka-luka mencapai sedikitnya 73 penumpang. Sebanyak 73 penumpang yang mengalami luka-luka telah dievakuasi dan dibawa ke enam rumah sakit berbeda untuk mendapatkan perawatan medis.
Dari jumlah korban luka tersebut, setidaknya 25 orang mengalami luka parah dan memerlukan perawatan intensif. Mereka mendapat prioritas penanganan dari tim medis darurat.
Ia menambahkan setidaknya satu gerbong penumpang terguling dan jatuh ke lereng sedalam sekitar empat meter. Kondisi gerbong yang terguling mempersulit proses evakuasi korban.
Kepala Pemadam Kebakaran Cordoba Francisco Carmona mengungkapkan kondisi kerusakan di lokasi. Salah satu kereta mengalami kerusakan parah akibat benturan keras.
“Rasanya seperti kereta mengalami gempa bumi,” ujar Salvador Jimenez, jurnalis stasiun televisi pemerintah RTVE yang berada di salah satu kereta.
Jimenez yang selamat dari kecelakaan menggambarkan detik-detik mengerikan sebelum tabrakan. Guncangan keras terasa beberapa saat sebelum kecelakaan terjadi, membuat kepanikan melanda penumpang.
Ia berada di dalam kereta Malaga ketika kejadian terjadi. Dua gerbong terakhir anjlok dan terguling ke samping akibat benturan keras.
Seorang saksi mata mengatakan kepada stasiun penyiaran publik RTVE bahwa salah satu gerbong kereta pertama telah terbalik sepenuhnya. Kondisi gerbong yang terbalik mempersulit upaya penyelamatan korban.
Para penumpang melaporkan adanya asap di dalam kereta setelah tabrakan terjadi. Mereka meminta bantuan medis untuk penumpang yang terluka dan terjebak di dalam gerbong.
Beberapa penumpang menggunakan palu darurat untuk memecahkan jendela gerbong dan keluar. Upaya evakuasi mandiri ini dilakukan karena situasi darurat yang mendesak.
Gambar televisi menunjukkan tim medis dan petugas pemadam kebakaran bekerja keras di lokasi kejadian. Operasi penyelamatan terus berlangsung untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat.
Palang Merah telah mengerahkan ambulans medis dari Kordoba dan tiga ambulans lainnya dari Jaen. Mereka juga mengirimkan kebutuhan pokok bagi penumpang di kedua kereta yang terlibat dalam kecelakaan.
Lima unit perawatan intensif mobile, empat unit perawatan kritis darurat, dan sejumlah ambulans dikerahkan ke lokasi. Layanan tersebut difokuskan untuk memberikan pertolongan darurat awal kepada korban luka sebelum dibawa ke rumah sakit.
Pihak berwenang terus memantau situasi sementara tim darurat menilai lokasi kejadian. Mereka bekerja untuk menangani mereka yang terdampak dan menentukan sejauh mana insiden tersebut.
Menteri Transportasi Spanyol Óscar Puente langsung berada di Pusat Kontrol Operasi ADIF. Ia mengikuti dengan saksama perkembangan jam-jam krusial setelah kecelakaan serius tersebut.
“30 orang yang terluka telah dibawa ke rumah sakit dan berada dalam kondisi serius,” kata Puente seperti dilansir AFP, Senin (19/1/2026).
Akibat kejadian ini, layanan kereta dari Andalusia menuju Madrid dihentikan sementara. Penangguhan ini juga berdampak pada perjalanan kereta dari Cordoba, Sevilla, Malaga, dan Huelva.
Operator kereta api Spanyol ADIF telah menangguhkan semua layanan kereta api antara Madrid dan Andalusia. Penangguhan akan berlangsung hingga pemberitahuan lebih lanjut, setidaknya sepanjang hari Senin (19/1/2026).
Adif menyatakan pos bantuan telah disiapkan di sejumlah stasiun besar. Pos tersebut disiapkan di stasiun-stasiun di Madrid, Seville, Cordoba, Malaga, dan Huelva untuk membantu keluarga korban.
Istana Kerajaan Spanyol menyampaikan belasungkawa atas tragedi yang terjadi. Raja Felipe VI dan Ratu Letizia disebut mengikuti perkembangan dengan penuh keprihatinan.
“Belasungkawa terdalam kami kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari yang meninggal, serta cinta dan harapan kami untuk kesembuhan yang cepat bagi yang terluka,” demikian pernyataan Istana.
Spanyol memiliki jaringan kereta api cepat terbesar di Eropa dengan lebih dari 3.000 kilometer jalur khusus. Jaringan ini menghubungkan kota-kota utama seperti Madrid, Barcelona, Seville, Valencia, dan Malaga.
Kedua kereta yang terlibat dalam kecelakaan dioperasikan oleh perusahaan kereta api negara Spanyol, Renfe. Kecelakaan ini menjadi tragedi besar bagi sistem perkeretaapian Spanyol yang selama ini terkenal aman dan modern.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: