TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

4 April 2026

Cari berita

Survei Indikator Politik: 72,8 Persen Publik Puas dengan Program Makan Bergizi Gratis

Poin Penting (3)
  • Survei Indikator Politik menunjukkan 72,8 persen publik puas dengan program MBG, dengan Gen Z sebagai kelompok paling puas (80,7 persen)
  • Warga Jakarta memiliki tingkat kepuasan paling rendah, hanya 52 persen, sedangkan warga desa lebih puas dibanding warga kota
  • Sebanyak 60,6 persen responden cukup puas dengan MBG, mengindikasikan masih ada ruang perbaikan bagi Badan Gizi Nasional terkait kualitas dan isu negatif seperti keracunan

Resolusi.co, Jakarta – Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei kepuasan masyarakat terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hasilnya, 72,8 persen responden mengaku puas dengan program andalan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Survei dilaksanakan pada 15-21 Januari 2026 dengan melibatkan 1.220 responden. Metode yang digunakan adalah simple random sampling dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Wawancara dilakukan secara tatap muka. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara acak sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor yang mendatangi kembali responden terpilih.

“Nah, sekarang kita tidak tanya seberapa mereka tahu MBG, karena berdasarkan survei kami bulan Oktober yang tahu sudah 94%. Jadi kemungkinan meningkat lagi orang yang tahu program MBG ini, jadi hampir 100% orang sudah tahu MBG gitu ya. Jadi sekarang kita tanya saja kepuasannya, ya. Mereka puas atau tidak puas,” kata peneliti utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam konferensi daring Minggu (8/2/2026).

Burhanuddin mengatakan tingkat kepuasan MBG secara keseluruhan berada di angka 72,8 persen. Dia menyebut hasil ini bisa saja berubah di lain waktu jika Badan Gizi Nasional bertekad memperbaiki program.

“Jadi yang tidak puas per Januari 2026 itu kurang lebih seperempat. Nah, kalau yang puas total 72,8%. Nah, yang cukup puas ini sangat mungkin berubah sesuai dengan kondisi tergantung kemampuan BGN ya, untuk memperbaiki baik kualitas terutama, maupun isu-isu negatif yang selama ini muncul, misalnya isu keracunan,” ujarnya.

Mayoritas responden yang mengaku puas dengan program MBG adalah Gen Z.

“Nah, kalau kita lihat siapa yang puas? Gen Z. Gen Z 80,7% puas. Kemudian dari sisi pendidikan, itu yang kuliahan pun puas 62% meskipun tidak sepuas mereka warga yang berpendidikan rendah, SD,” kata Burhanuddin.

Yang menarik, warga Jakarta justru memiliki proporsi paling banyak yang tak puas dengan program tersebut.

“Kemudian dari sisi desa-kota, yang puas ada indikasi sedikit lebih tinggi dari kelompok warga yang tinggal di desa. Terutama yang kemudian dari sisi wilayah semuanya puas, kecuali Jakarta, tingkat kepuasannya itu sedikit di atas 50%. Jadi tepatnya 52% warga Jakarta yang puas. Jadi itu ya, warga Jakarta paling banyak proporsi warga yang tidak puas terhadap program MBG,” imbuhnya.

Data menunjukkan warga berpendidikan tinggi yang kuliah memiliki tingkat kepuasan 62 persen, meski tidak setinggi responden berpendidikan SD. Sementara dari sisi geografis, warga desa cenderung lebih puas dibanding warga kota.

Burhanuddin sendiri mengakui secara pribadi tidak puas dengan MBG. Namun dia menekankan survei ini tetap objektif mengukur persepsi publik, bukan pendapat pribadinya.

Berikut rincian tingkat kepuasan terhadap MBG:

Sangat puas: 12,2 persen

Cukup puas: 60,6 persen

Kurang puas: 19,9 persen

Tidak puas sama sekali: 4,5 persen

Tidak jawab/Tidak tahu: 2,8 persen

Angka 60,6 persen responden yang cukup puas menunjukkan masih ada ruang bagi Badan Gizi Nasional untuk meningkatkan kualitas program, terutama terkait isu-isu yang sempat mencuat seperti kasus keracunan makanan.