Terseret Ombak, Pelajar 17 Tahun Asal Tangerang Ditemukan Tewas di Pantai Pandeglang

- Sammy Alvitrano Nurwahid Prasetyo (17), pelajar asal Tangerang, ditemukan tewas di Pantai Camara, Cigeulis, Pandeglang setelah hilang terseret ombak selama dua hari
- Tim SAR gabungan menemukan jasad korban sekitar pukul 09.30 WIB pada Selasa (17/2), sekitar 50 meter dari lokasi korban terakhir terlihat
- Jasad dievakuasi ke Puskesmas Sumur sebelum diserahkan ke pihak keluarga, dan operasi pencarian resmi ditutup setelah penemuan
, Banten – Seorang pelajar berusia 17 tahun asal Tangerang ditemukan tewas di Pantai Camara, Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Selasa (17/2). Korban diidentifikasi sebagai Sammy Alvitrano Nurwahid Prasetyo, diduga terseret ombak saat berada di kawasan pantai.
Pencarian berlangsung selama dua hari sebelum tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban.
“Korban sebelumnya dilaporkan terseret ombak saat beraktivitas di sekitar pantai,” kata Komandan Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Vicky Meidy.
Tim pencari dibagi menjadi dua regu, masing-masing menyisir wilayah darat dan perairan. Sekitar pukul 09.30 WIB, jasad Sammy ditemukan sekitar 50 meter dari titik terakhir korban terlihat.
“Setelah dilakukan upaya pencarian intensif selama dua hari, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” lanjut Vicky.
Jasad Sammy langsung dievakuasi dari lokasi penemuan. Tim membawanya ke Puskesmas Sumur untuk penanganan medis sebelum akhirnya diserahkan kepada keluarga.
“Korban dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Sumur untuk penanganan medis, sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” tambahnya.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian secara resmi ditutup. Pantai Camara sendiri terletak di ujung barat Jawa, dekat kawasan Ujung Kulon, dan dikenal sebagai destinasi wisata alam yang masih sepi dan relatif terpencil.
Insiden ini kembali mengingatkan risiko yang kerap luput dari perhatian pengunjung pantai terpencil: minimnya fasilitas keselamatan dan ketiadaan penjaga pantai membuat pertolongan saat darurat menjadi jauh lebih lambat dari yang seharusnya.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: