TODAY'S RECAP
Laba Bersih Indonesia Eximbank Melonjak 81% pada Triwulan I/2026, Capai Rp77 MiliarEnam Hari Lagi Wukuf di Arafah, Ini yang Paling Dikhawatirkan Pemerintah soal Puncak HajiDipuji Prabowo di Depan DPR, PDIP Jawab Santai: Memang Sudah Seharusnya Kami di SiniHarga Cabai Rawit Merah di Jakarta Naik 12 Persen Jelang Iduladha, Tembus Rp80.000 per KilogramAda Pintu Baru yang Wajib Dilewati Eksportir Sawit dan Batu Bara, Prabowo Resmi Bentuk EntitasnyaPrabowo Minta Buruh Tak Terus Menuntut, Sebut Pengusaha Juga Pikul Beban Kredit BankLaba Bersih Indonesia Eximbank Melonjak 81% pada Triwulan I/2026, Capai Rp77 MiliarEnam Hari Lagi Wukuf di Arafah, Ini yang Paling Dikhawatirkan Pemerintah soal Puncak HajiDipuji Prabowo di Depan DPR, PDIP Jawab Santai: Memang Sudah Seharusnya Kami di SiniHarga Cabai Rawit Merah di Jakarta Naik 12 Persen Jelang Iduladha, Tembus Rp80.000 per KilogramAda Pintu Baru yang Wajib Dilewati Eksportir Sawit dan Batu Bara, Prabowo Resmi Bentuk EntitasnyaPrabowo Minta Buruh Tak Terus Menuntut, Sebut Pengusaha Juga Pikul Beban Kredit BankLaba Bersih Indonesia Eximbank Melonjak 81% pada Triwulan I/2026, Capai Rp77 MiliarEnam Hari Lagi Wukuf di Arafah, Ini yang Paling Dikhawatirkan Pemerintah soal Puncak HajiDipuji Prabowo di Depan DPR, PDIP Jawab Santai: Memang Sudah Seharusnya Kami di SiniHarga Cabai Rawit Merah di Jakarta Naik 12 Persen Jelang Iduladha, Tembus Rp80.000 per KilogramAda Pintu Baru yang Wajib Dilewati Eksportir Sawit dan Batu Bara, Prabowo Resmi Bentuk EntitasnyaPrabowo Minta Buruh Tak Terus Menuntut, Sebut Pengusaha Juga Pikul Beban Kredit BankLaba Bersih Indonesia Eximbank Melonjak 81% pada Triwulan I/2026, Capai Rp77 MiliarEnam Hari Lagi Wukuf di Arafah, Ini yang Paling Dikhawatirkan Pemerintah soal Puncak HajiDipuji Prabowo di Depan DPR, PDIP Jawab Santai: Memang Sudah Seharusnya Kami di SiniHarga Cabai Rawit Merah di Jakarta Naik 12 Persen Jelang Iduladha, Tembus Rp80.000 per KilogramAda Pintu Baru yang Wajib Dilewati Eksportir Sawit dan Batu Bara, Prabowo Resmi Bentuk EntitasnyaPrabowo Minta Buruh Tak Terus Menuntut, Sebut Pengusaha Juga Pikul Beban Kredit Bank

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

21 Mei 2026

Cari berita

Polda Metro Jaya Akan Periksa Pihak Taksi Green SM dan Ditjen Perkeretaapian dalam Kasus Tabrakan KA Bekasi

Poin Penting (3)
  • Polda Metro Jaya meningkatkan kasus tabrakan KA Bekasi dari penyelidikan ke tahap penyidikan, ditangani Subdit Kamneg Ditreskrimum.
  • Senin besok, polisi akan memeriksa pihak Taksi Green SM, Dinas PU, Dinas Tata Ruang, dan Ditjen Perkeretaapian untuk melengkapi keterangan 31 saksi yang sudah diperiksa sebelumnya.
  • Kecelakaan pada 27 April 2026 menewaskan 16 orang dan melukai 90 lainnya, dipicu taksi Green SM yang korsleting di atas rel dan memicu tabrakan beruntun antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek.

Resolusi.co, Bekasi Timur – Polda Metro Jaya menetapkan kasus tabrakan beruntun kereta api di Stasiun Bekasi Timur masuk tahap penyidikan. Senin besok, penyidik dijadwalkan memanggil sejumlah pihak, termasuk perusahaan Taksi Green SM yang armadanya menjadi awal mula rangkaian kecelakaan maut itu.

“Selanjutnya, pada Senin mendatang, penyidik juga akan meminta keterangan dari Dinas Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, pihak Taksi Green, serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Minggu (3/5/2026).

Pemanggilan itu bukan semata prosedur. Polisi ingin menyusun gambaran peristiwa yang menyeluruh dari berbagai sudut, bukan hanya dari sisi operasional kereta.

Hingga saat ini, 31 saksi telah dimintai keterangan. Mereka berasal dari berbagai posisi dalam kejadian tersebut, mulai dari pengemudi taksi, penjaga palang pintu, warga sekitar lokasi, hingga petugas operasional PT KAI.

“Hingga saat ini, penyidik telah meminta keterangan terhadap 31 orang. Yang terdiri atas pelapor, pengemudi taksi, penjaga palang, saksi di sekitar lokasi, korban, petugas operasional PT KAI, serta pihak-pihak lain yang mengetahui langsung peristiwa tersebut,” jelas Kombes Budi.

Di lapangan, penyidik dari Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya sudah menyelesaikan olah TKP, menyita barang bukti, menelaah rekaman CCTV, serta berkoordinasi dengan rumah sakit untuk keperluan visum.

Kecelakaan terjadi Senin malam, 27 April 2026. Taksi listrik Green SM mengalami korsleting dan berhenti di atas rel, tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur. KRL dari Cikarang yang melaju ke arah Jakarta kemudian menghantam taksi itu dan ikut terhenti di tengah rel.

Di saat bersamaan, KRL lain dari arah Cikarang terpaksa berhenti di Stasiun Bekasi Timur akibat jalur terhalang. Tak lama kemudian, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari Jakarta menabrak KRL yang diam di stasiun itu. Hasilnya fatal, 16 orang tewas dan 90 lainnya mengalami luka-luka.

Pertanyaan soal siapa yang bertanggung jawab atas desain perlintasan, kondisi infrastruktur, hingga mekanisme penghentian darurat tampaknya menjadi bagian dari yang ingin dijawab penyidik lewat pemeriksaan instansi-instansi besok.

“Guna melengkapi rangkaian penyidikan dan memperoleh gambaran peristiwa secara utuh dan objektif,” tutur Kombes Budi.