Belanja Dapur Makin Berat: Elpiji dan Minyak Goreng Naik Bersamaan di Jatim Pekan Ini

- Gas elpiji 3 kg dan minyak goreng kemasan kompak naik di Jawa Timur pada pertengahan April 2026, dengan elpiji menembus kisaran lebih dari Rp 20.000 per tabung berdasarkan data rata-rata Siskaperbapo.
- Daging ayam ras dan kampung masih dalam tren koreksi, turun lebih dari satu persen, sementara cabai merah keriting justru melonjak tajam hingga 5,6 persen dalam sehari.
- Beras relatif stabil di kisaran Rp 14.800 per kilogram untuk kelas premium, menjadi salah satu komoditas yang belum ikut tertekan dalam gelombang kenaikan harga pekan ini.
, Surabaya – Dua kebutuhan dapur yang paling sering dibeli warga masing-masing bergerak naik pada perdagangan pekan ini di Jawa Timur. Gas elpiji tabung 3 kilogram dan minyak goreng sama-sama mencatat kenaikan, menambah tekanan pada pengeluaran rumah tangga yang belum sepenuhnya pulih pascalebaran.
Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, harga rata-rata elpiji 3 kg naik sekitar Rp 298 atau 1,49 persen menjadi lebih dari Rp 20.000 per tabung. Kenaikan itu terjadi di tengah tren gas subsidi yang sudah merangkak naik dalam beberapa pekan terakhir.
Minyak goreng kemasan premium ikut bergerak ke atas. Kenaikannya berkisar antara Rp 311 hingga Rp 349 tergantung jenis kemasan, melanjutkan tren harga yang sudah naik sejak awal April.
Di sisi lain, sejumlah komoditas justru bergerak turun. Daging ayam ras dan daging ayam kampung menjadi yang paling merasakan koreksi, turun masing-masing lebih dari satu persen. Bawang merah dan bawang putih juga terkoreksi tipis di kisaran 0,5 hingga 0,8 persen.
Pergerakan dua arah ini mencerminkan kondisi pasar yang belum sepenuhnya stabil. Komoditas berbasis energi dan minyak nabati cenderung naik, sementara produk peternakan masih melanjutkan tren turun yang sudah berlangsung sejak arus balik lebaran.
Cabai merah keriting mencatat kenaikan cukup tajam, menembus angka 5,6 persen dalam sehari. Komoditas ini memang dikenal paling liar pergerakannya karena sangat bergantung pada kondisi panen di sentra-sentra produksi seperti Kediri dan Malang.
Yang menarik, kenaikan elpiji 3 kg terjadi di tengah kondisi rupiah yang masih bergulat di level Rp 17.000-an per dolar AS. Nilai tukar yang lemah berdampak langsung pada biaya impor komponen energi, dan tekanan itu lambat laun bergeser ke harga di tingkat konsumen.
Untuk beras, kondisi relatif stabil. Beras premium bertahan di kisaran Rp 14.800 per kilogram, sementara beras medium berada di sekitar Rp 12.800 per kilogram. Harga beras yang tidak bergerak signifikan menjadi satu dari sedikit kabar baik bagi rumah tangga berpendapatan rendah.
Semua data tersebut merupakan rata-rata harga di seluruh Jawa Timur. Harga aktual di masing-masing pasar bisa lebih tinggi atau lebih rendah, tergantung jarak distribusi dan ketersediaan stok lokal.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: