Dua Bangunan Hangus Terbakar di Jalan Milono Berau, Kerugian Capai Miliaran Rupiah

- Kebakaran melanda dua bangunan di Jalan Milono, Tanjung Redeb pada Jumat (2/1/2026) pagi dengan dugaan penyebab korsleting listrik, menghanguskan showroom toko pakaian dan kost 12 pintu milik Sofyan serta menyebabkan cucunya mengalami luka bakar.
- Kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah, dengan bangunan lantai 2 hangus di bagian kayu namun masih utuh di bagian beton, sementara beberapa perabotan seperti kulkas, kursi, dan lemari kaca masih bisa diselamatkan.
- Jalan Milono tercatat sudah beberapa kali mengalami kebakaran, termasuk pada Januari 2025 yang menghanguskan 19 rumah dengan kerugian Rp 4 miliar dan Februari 2024, menimbulkan kekhawatiran warga akan keselamatan kawasan padat penduduk tersebut.
, BERAU – Kebakaran melanda dua bangunan di Jalan Milono, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau pada Jumat (2/1/2026) pagi sekitar pukul 05.00 WITA. Peristiwa ini menjadi kebakaran pertama yang terjadi di Berau pada tahun 2026.
Api diduga muncul dari pojok atas bangunan dan langsung membesar dengan cepat membakar properti milik Sofyan. Pemilik bangunan yang saat itu sedang menunaikan salat subuh langsung panik melihat kobaran api yang menjalar cepat.
“Awal kejadian kayaknya listrik pertamanya, kita engga ngerti juga barang konslet apa gimana,” ungkap Sofyan saat ditemui wartawan.
Bangunan yang terbakar terdiri dari dua lantai, di mana lantai 1 merupakan showroom toko pakaian dan lantai 2 merupakan bangunan kost 12 pintu. Struktur bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api dengan mudah menjalar ke seluruh bagian.
Kini api yang membakar bangunan toko dan kost itu telah padam, sudah tidak terlihat adanya api di lokasi meski bau sangit masih menyengat. Petugas pemadam kebakaran yang dikerahkan berhasil mengendalikan situasi sebelum api merambat ke bangunan lain di sekitarnya.
Bangunan lantai 2 tersebut terbakar hangus di bagian bangunan kayu dan masih utuh di bagian beton, sedangkan di lantai 1 api tidak menghanguskan seluruh bagian bangunan karena sebagian terbuat dari beton. Sisa-sisa kebakaran dan air bekas memadamkan api terlihat menggenangi lantai 1.
Plafon yang terbakar terlihat ambruk ke lantai 1. AC yang menempel di bangunan lantai 2 masih utuh, begitu pula beberapa perabotan seperti kulkas, kursi, peralatan masak, helm, lemari kaca, dispenser, dan meja keramik yang masih bisa diselamatkan.
Tangga kayu menuju lantai 2 terlihat hangus sebagian. Di dalam bangunan lantai 1 terdapat tumpukan kayu yang masih utuh tidak terbakar karena terhindar dari jilatan api.
Sofyan mengaku mengalami kerugian material sangat besar akibat peristiwa ini. Selain kehilangan tempat usaha dan properti kost yang telah dibangun bertahun-tahun, cucu Sofyan juga mengalami luka bakar dalam kejadian tersebut.
“Rugi miliaran rupiah, ini usaha yang sudah dibangun lama. Belum lagi cucu saya kena luka bakar,” kata Sofyan dengan nada sedih.
Warga sekitar masih berkumpul untuk melihat lokasi pascakebakaran, banyak yang terlihat masuk ke dalam lokasi untuk mencari puing-puing sisa kebakaran yang sekiranya masih bisa diselamatkan. Garis polisi terlihat mengitari lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan.
Petugas kepolisian setempat kini tengah melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, namun hal ini masih perlu pembuktian lebih lanjut melalui pemeriksaan saksi dan olah tempat kejadian perkara.
Jalan Milono di Tanjung Redeb tercatat sudah beberapa kali mengalami kebakaran dalam beberapa tahun terakhir. Pada Januari 2025, kebakaran hebat di lokasi yang sama menghanguskan 19 rumah dengan kerugian mencapai Rp 4 miliar. Sebelumnya, pada Februari 2024, kebakaran juga melanda kawasan pemukiman padat penduduk di Jalan Milono sekitar pukul 04.00 WITA.
Pola kebakaran yang berulang di kawasan ini menimbulkan kekhawatiran warga akan keselamatan dan keamanan hunian mereka. Beberapa pihak mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan dan infrastruktur di kawasan padat penduduk tersebut.
Pemerintah setempat diharapkan dapat memberikan perhatian khusus terhadap pencegahan kebakaran di masa mendatang, termasuk sosialisasi penggunaan listrik yang aman dan penyediaan alat pemadam kebakaran di permukiman warga.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: