TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

4 April 2026

Cari berita

Trump Tuduh Presiden Kolombia Bandar Narkoba, Petro Murka dan Melawan

Poin Penting (3)
  • Presiden AS Donald Trump menuding Presiden Kolombia Gustavo Petro sebagai pengedar narkoba dan bahkan membuka kemungkinan intervensi militer terhadap Kolombia, tanpa disertai bukti.
  • Presiden Kolombia Gustavo Petro membantah keras tuduhan tersebut, menyebutnya sebagai fitnah, serta mengkritik keras aksi militer Amerika Serikat di kawasan Amerika Latin.
  • Pemerintah Kolombia mengecam pernyataan Trump sebagai bentuk campur tangan yang tidak dapat diterima, di tengah hubungan bilateral AS–Kolombia yang kian tegang sejak masa jabatan kedua Trump.

Resolusi.co, Jakarta – Ketegangan politik di kawasan Amerika Latin kembali memanas. Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan tuduhan keras terhadap Presiden Kolombia Gustavo Petro dengan menyebutnya sebagai pengedar narkoba. Tuduhan itu langsung dibantah Petro dengan nada keras dan terbuka.

Pernyataan kontroversial Trump disampaikan tak lama setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan mendadak ke Caracas, ibu kota Venezuela, pada Sabtu (3/1). Serangan tersebut menyasar sejumlah target militer dan disebut sebagai upaya menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dari kekuasaan.

Berbicara kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One pada Minggu (4/1), Trump bahkan mengisyaratkan kemungkinan tindakan militer serupa terhadap Kolombia. Menurutnya, negara di Amerika Selatan itu

“sangat sakit” dan dijalankan oleh “orang-orang sakit yang membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat.”
“Dia memiliki pabrik kokain dan tidak akan melakukannya lagi dalam waktu yang sangat lama,” ujar Trump seperti dikutip kantor berita AFP, Senin (5/1). Saat ditanya apakah intervensi militer ala Venezuela juga akan diterapkan terhadap Kolombia, Trump menjawab singkat, “Kedengarannya bagus bagi saya,” sambil menuding tanpa bukti bahwa Kolombia “membunuh banyak orang.”

Tuduhan tersebut langsung dibalas Presiden Kolombia Gustavo Petro. Melalui akun media sosial X, Petro menegaskan namanya tidak pernah tercantum dalam catatan pengadilan mana pun terkait narkotika. “Berhenti memfitnah saya, Tuan Trump,” tulis Petro.

Petro juga mengingatkan Trump agar tidak sembarangan mengancam pemimpin Amerika Latin. Ia menegaskan dirinya muncul dari proses panjang perjuangan bersenjata yang kemudian bertransformasi menjadi perjuangan rakyat Kolombia untuk perdamaian. Dalam unggahan lain, Petro menyindir keras kebijakan militer AS dengan menyatakan, “Teman tidak boleh mengebom.”

Sikap tegas juga ditunjukkan Kementerian Luar Negeri Kolombia. Pemerintah Kolombia menyebut pernyataan Trump sebagai bentuk campur tangan yang tidak dapat diterima dan menuntut penghormatan terhadap kedaulatan negara. Padahal, Kolombia dan Amerika Serikat selama ini dikenal sebagai sekutu utama di bidang militer dan ekonomi, meski hubungan keduanya belakangan kerap diwarnai ketegangan akibat isu tarif dan kebijakan migrasi sejak Trump memulai masa jabatan keduanya.