TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

4 April 2026

Cari berita

Harga Pangan Kompak Merosot, Cabai Merah Anjlok hingga 35 Persen

Poin Penting (3)
  • Mayoritas harga pangan nasional turun dengan cabai merah keriting mencatat penurunan tertinggi hingga 35,11 persen menjadi Rp29.979 per kilogram.
  • Beras berbagai jenis mengalami koreksi harga antara 1,65 persen hingga 7,79 persen, dengan beras khusus lokal turun paling tajam.
  • Protein hewani ikut merosot dengan daging sapi turun 5,08 persen, daging ayam 3,90 persen, dan telur ayam ras 7,32 persen.

Resolusi.co, JAKARTA – Harga sebagian besar komoditas pangan nasional mengalami penurunan pada hari ini, Minggu (11/1/2026). Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat hampir seluruh komoditas utama mengalami koreksi harga yang cukup signifikan.

Berdasarkan data Panel Harga Pangan Nasional Bapanas, harga beras premium mengalami penurunan 3,55 persen menjadi Rp14.986 per kilogram. Sementara itu, beras medium turun 3,48 persen ke level Rp13.282 per kilogram, dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) turun 2,23 persen menjadi Rp12.196 per kilogram.

Untuk jenis beras medium non-SPHP, harganya merosot 1,65 persen menjadi Rp13.572 per kilogram. Komoditas beras khusus lokal juga mengalami penurunan harga paling tajam di kategori beras, yakni 7,79 persen menjadi Rp14.650 per kilogram.

Komoditas jagung ikut terkoreksi dengan penurunan 4,45 persen menjadi Rp6.650 per kilogram. Kedelai biji kering impor mengalami penurunan sebesar 4,39 persen menjadi Rp10.369 per kilogram. Dua komoditas bumbu dapur utama, bawang merah dan bawang putih, masing-masing turun 17 persen dan 4,57 persen menjadi Rp36.293 dan Rp36.724 per kilogram.

Penurunan paling drastis terjadi pada komoditas cabai. Cabai merah keriting merosot tajam sebesar 35,11 persen menjadi Rp29.979 per kilogram. Cabai merah besar turun 33,75 persen menjadi Rp25.875 per kilogram, sementara cabai rawit merah mengalami penurunan 25,47 persen menjadi Rp40.955 per kilogram.

Komoditas protein hewani juga mengalami penurunan harga. Daging sapi murni turun 5,08 persen menjadi Rp129.000 per kilogram. Daging ayam ras mengalami koreksi 3,90 persen menjadi Rp37.579 per kilogram.

Telur ayam ras mencatat penurunan 7,32 persen menjadi Rp28.868 per kilogram. Sementara itu, gula konsumsi turun 3,32 persen menjadi Rp17.446 per kilogram.

Penurunan harga yang terjadi di berbagai komoditas pangan ini diharapkan dapat memberikan kelegaan bagi masyarakat, terutama menjelang pertengahan bulan Januari. Namun, pemerintah tetap akan memantau pergerakan harga untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan di tingkat konsumen.