Tinggal Tunggu Tanda Tangan Prabowo, Bulog Bangun 100 Gudang Senilai Rp5 Triliun

- Bulog akan groundbreaking 100 gudang beras dan jagung setelah Presiden Prabowo menerbitkan Inpres, pembangunan ditargetkan rampung Maret 2026 untuk mendukung panen raya
- Prioritas pembangunan gudang di daerah 3T yang belum punya gudang dan daerah sentra produksi, dengan desain disesuaikan tipologi wilayah termasuk silo, dryer, dan RMU
- Dana pembangunan senilai Rp5 triliun dari APBN, proyek dikerjakan BUMN Karya untuk mendukung penyerapan 4 juta ton beras, 1 juta ton jagung, dan 70.000 ton kedelai tahun 2026
, JAKARTA – Perum Bulog berencana melakukan groundbreaking pembangunan 100 unit gudang beras dan jagung begitu Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Instruksi Presiden terkait proyek tersebut.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya masih menunggu Inpres sebelum memulai pembangunan. Gudang itu akan mendukung arahan pemerintah untuk menyerap 4 juta ton beras, 1 juta ton jagung, dan 70.000 ton kedelai sepanjang 2026.
Bulog juga tengah menyiapkan penambahan gudang filial dan sewa guna menambah kapasitas penyimpanan.
“Termasuk juga rencana pembangunan 100 gudang Bulog, bantuan dari Bapak Presiden yang Insya Allah dalam waktu dekat akan segera kita laksanakan,” kata Rizal dalam konferensi pers di Bulog Business District, Jakarta Selatan, Sabtu (24/1/2026).
Rizal memastikan pembangunan 100 gudang akan dilakukan oleh BUMN Karya agar proses berjalan cepat dan tetap untuk kepentingan negara. Pembangunan akan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan terealisasi tahun ini.
Rizal menegaskan seluruh titik pembangunan gudang sudah ditetapkan. Prioritas utama diberikan ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar yang selama ini belum memiliki gudang.
“Kasihan kalau nanti pada saat musim barat atau musim ombak tinggi, ini mereka kesulitan beras dan lain sebagainya,” ujarnya.
Selain itu, pembangunan akan dilanjutkan di kabupaten atau kota yang belum memiliki gudang, termasuk daerah sentra produksi pangan. Rizal mencontohkan Bener Meriah dan Aceh Tamiang yang saat ini tidak memiliki gudang.
Gudang akan dibangun sesuai dengan tipologi wilayah. Di Morotai, misalnya, selain gudang, Bulog juga akan membangun dryer dan RMU untuk mendukung pengolahan padi lokal sehingga harga beras lebih stabil dan murah.
Untuk beberapa pulau terkecil dan terpencil seperti Kepulauan Sula di Maluku Utara, Bulog hanya akan membangun gudang sesuai tipologi wilayah karena tidak ada sawah.
“Gudang itu sesuai dengan tipologi wilayah masing-masing,” terangnya.
Pembangunan gudang untuk daerah sentra produksi pangan seperti Nusa Tenggara Barat, Lampung, Jawa, dan Sulawesi Selatan akan dilengkapi dengan silo, dryer, dan RMU untuk meningkatkan kualitas dan pelayanan Bulog kepada masyarakat.
Dana pembangunan 100 gudang Bulog sepenuhnya dari anggaran pendapatan dan belanja negara senilai Rp5 triliun, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Bulog menargetkan pembangunan gudang baru rampung pada Maret 2026. Pembangunan gudang harus dipercepat agar siap digunakan saat panen raya 2026 dan memperkuat distribusi ke seluruh Indonesia.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: