Setelah Tragedi Siswa SD, Cak Imin: Jangan Sampai Masalah Ekonomi Tak Tersampaikan

- Menko PMK Muhaimin Iskandar meminta pejabat pusat dan daerah lebih peka pascatragedi siswa SD di NTT yang mengakhiri hidup, masyarakat diminta terbuka soal kesulitan ekonomi
- Imin menegaskan masyarakat harus segera melaporkan kesulitan sekecil apa pun termasuk kebutuhan alat tulis, pemerintah akan bertindak cepat merespons
- Pemerintah masih melakukan penelusuran kasus, Imin belum mengetahui detail pemicu siswa mengakhiri hidup namun berharap Pemda segera bertindak
, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar meminta seluruh pejabat pemerintah lebih peka terhadap kesulitan masyarakat. Permintaan ini disampaikan setelah terjadinya tragedi siswa sekolah dasar yang mengakhiri hidup di Nusa Tenggara Timur.
“Jadi, saya sudah minta kepada seluruh jajaran, baik pemerintah pusat maupun daerah, dan juga kepada masyarakat, untuk betul-betul terbuka terhadap keadaannya,” kata Imin di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Imin meminta masyarakat langsung melaporkan ke pemerintah apabila membutuhkan bantuan, termasuk hal sepele seperti alat tulis. Ia juga meminta pejabat segera menangkap dan merespons setiap keluhan yang masuk.
“Apabila memang membutuhkan bantuan alat tulis, bantuan apa pun, itu harus segera ditangkap dan disampaikan,” lanjutnya.
Politisi PKB itu menegaskan tragedi serupa tidak boleh terulang. Ia mendorong masyarakat tanpa ragu menyampaikan persoalan yang dihadapi kepada pemerintah, termasuk masalah ekonomi.
“Karena kasusnya sepele yang kemudian sangat mengharukan itu, tidak boleh terjadi lagi. Jadi kepada masyarakat, kalau ada masalah soal ekonomi, soal utang, soal apa saja, soal alat tulis, pendidikan terutama, sampaikan kepada kita. Kita akan bertindak cepat,” kata Imin.
Saat ini, Imin mengaku pihaknya terus melakukan penelusuran mengenai tragedi di NTT tersebut. Ia menginginkan aparat pemerintahan bersikap responsif dan tidak ada lagi hambatan dalam menyampaikan keluhan.
“Iya kita lagi terus telusuri sehingga yang paling penting aparat pemerintahan betul-betul responsif dan terbuka untuk tidak boleh lagi ada yang tersumbat,” ujarnya.
Ketika ditanya apakah pemicu siswa tersebut mengakhiri hidup karena tidak mampu membeli buku dan pulpen, Imin mengaku belum mengetahui secara detail.
“Saya belum tahu info-infonya,” katanya.
Imin berharap ada pendalaman oleh pejabat terkait di daerah, mulai tingkat RT sampai kepala desa, atas peristiwa ini. Ia yakin pemerintah daerah akan segera bertindak.
“Iya kita berharap begitu. Itu Pemda akan bertindak cepat,” tutup Imin.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: