Dalam Sebulan, Warga Indonesia Patungan Rp 9 Miliar untuk Iran. Uangnya Kemana?
- Per 14 April 2026, lebih dari 24.000 warga Indonesia telah berdonasi sebesar Rp 9,06 miliar untuk korban konflik di Iran melalui rekening resmi Kedutaan Besar Iran di Jakarta.
- Dana akan disalurkan melalui PMI yang bekerja sama dengan Bulan Sabit Merah Iran, guna memastikan distribusi bantuan berjalan transparan dan tepat sasaran.
- Lembaga kemanusiaan swasta seperti Dompet Dhuafa dan ACT turut membuka penggalangan dana serupa, sehingga total bantuan dari Indonesia diperkirakan melebihi angka resmi yang dilaporkan kedutaan.
, JAKARTA – Sejak rekening penggalangan dana dibuka pada 17 Maret 2026, respons masyarakat Indonesia mengalir cepat. Kurang dari sebulan, lebih dari 24.000 orang berpartisipasi dan dana yang terkumpul mencapai Rp 9,06 miliar per 14 April 2026. Angka itu dilaporkan resmi oleh Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta, dan masih berpotensi bertambah karena kampanye donasi dijadwalkan berlangsung hingga akhir April.
Konteks di balik penggalangan ini berat. Konflik bersenjata yang melibatkan Iran mulai memanas sejak akhir Februari 2026, dengan laporan serangan militer yang dikaitkan dengan Israel dan Amerika Serikat. Anadolu Agency melaporkan lebih dari 3.000 orang tewas dan lebih dari 10.000 lainnya mengalami luka-luka akibat eskalasi tersebut.
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, secara terbuka menyampaikan penghargaan atas solidaritas yang ditunjukkan warga Indonesia. Ia menyebut dukungan ini mencerminkan ikatan emosional dan kemanusiaan yang dalam antara kedua bangsa.
Dana yang terkumpul tidak langsung dikirim mentah-mentah. Mekanisme penyaluran dirancang melalui Palang Merah Indonesia (PMI), yang akan berkoordinasi dengan Bulan Sabit Merah Republik Islam Iran sebagai mitra di lapangan. Skema ini dipilih untuk menjaga akuntabilitas dan memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat.
Selain jalur resmi kedutaan, sejumlah lembaga kemanusiaan swasta juga membuka donasi serupa. Dompet Dhuafa, ACT (Aksi Cepat Tanggap), serta beberapa lembaga zakat nasional turut menggalang bantuan, meski angkanya tidak terangkum dalam satu laporan terpusat. Total keseluruhan bantuan dari Indonesia diyakini lebih besar dari angka yang diumumkan pihak kedutaan.
Yang menarik, partisipasi tidak hanya datang dari organisasi besar. Banyak individu menyumbangkan dana secara langsung, sebagian lainnya mengirimkan pesan moral melalui media sosial atau mendatangi langsung kantor kedutaan. Di saat sebagian besar bantuan kemanusiaan global bergerak melalui jalur kelembagaan, gelombang donasi perorangan ini punya bobotnya sendiri sebagai penanda sikap publik.
Dalam sejarah, Indonesia memang tidak asing dengan penggalangan dana lintas batas untuk negeri-negeri yang dirundung konflik. Solidaritas terhadap Palestina, Afghanistan, dan kini Iran menjadi cermin konsistensi itu, meski setiap kali selalu muncul pertanyaan yang sama soal transparansi dan pastikan dana benar-benar sampai ke tujuan.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: