Rahasia Keinginan Trump Kuasai Greenland: Bukan Cuma Pertahanan, Ada Harta Karun Logam Langka!

, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa kesepakatan yang dicapainya dengan NATO mengenai Greenland memberikan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa akses ke sumber daya mineral di wilayah tersebut. Kesepakatan ini juga mencakup kerja sama dalam proyek sistem pertahanan rudal Golden Dome.
Ambisi Trump untuk menguasai Greenland berakar dari rencananya membangun Golden Dome, yakni sistem pertahanan rudal canggih yang terdiri dari berbagai sensor dan pencegat untuk melindungi kawasan Amerika Utara dari ancaman serangan luar.
“Mereka akan terlibat dalam Golden Dome, dan mereka juga akan terlibat dalam hak mineral, begitu pula kami,” ujar Trump seperti dilaporkan CNBC pada Kamis (22/1/2026).
Greenland memiliki posisi strategis sebagai negara dengan cadangan logam tanah jarang terbesar kedelapan di dunia. Trump menjadikan pengembangan rantai pasokan logam tanah jarang sebagai prioritas utama kebijakan industrinya guna mengurangi ketergantungan AS terhadap China.
Logam tanah jarang memiliki peran vital dalam produksi magnet yang dibutuhkan untuk sistem persenjataan, kendaraan listrik, perangkat elektronik, serta berbagai industri strategis lainnya.
Upaya Trump mengakuisisi Greenland, yang merupakan wilayah otonom di bawah Denmark, memicu kekhawatiran akan terjadinya perpecahan di dalam aliansi NATO.
Ketika ditanya mengenai durasi kesepakatan tersebut, Trump menjawab akan berlangsung selamanya. Ia juga menegaskan tidak akan menggunakan kekerasan untuk mengambil alih Greenland dan menyerukan dilakukannya negosiasi segera terkait status pulau tersebut dalam pidatonya di World Economic Forum.
Tak lama kemudian, Trump mengumumkan telah mencapai kerangka kesepakatan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte. Ia juga menyatakan tidak akan memberlakukan tarif perdagangan terhadap Denmark dan negara-negara Eropa lainnya pada 1 Februari mendatang.
Trump menyebutkan telah mencapai konsep kesepakatan dengan NATO, namun menolak memberikan detail lebih lanjut dengan alasan kesepakatan tersebut bersifat rumit dan kompleks
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: