Rupiah Tembus Rp17.000! Melampaui Krisis Moneter 1998 dan Pandemi Covid-19

- Rupiah melemah ke Rp17.001 per dolar AS pada Senin (9/3/2026), melampaui rekor pandemi Covid-19 (Rp16.600-Rp16.700) dan Krisis Moneter 1998 (Rp16.800), dengan mayoritas mata uang Asia juga terdepresiasi
- Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah bergerak fluktuatif di rentang Rp16.920-Rp17.010 pada Senin ini, serta Rp16.850-Rp17.010 sepanjang pekan
- Kurs jual beli dolar AS di empat bank besar bervariasi: BCA e-rate Rp16.964/Rp16.984, BRI e-rate Rp16.963/Rp16.990, Mandiri special rate Rp16.990/Rp17.020, BNI special rate Rp16.964/Rp16.984, dengan pelemahan dipicu faktor internal termasuk penurunan prospek Indonesia oleh Fitch Ratings
, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah ke posisi Rp17.000 pada hari ini, Senin (9/3/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah dibuka melemah 76 poin atau 0,45% ke Rp17.001 per dolar AS, sementara indeks dolar AS menguat 0,70% menuju level 99,67.
Mayoritas mata uang di Asia turut melemah. Yen Jepang terdepresiasi 0,58% bersama won Korea sebesar 0,85%. Selanjutnya, rupee India dan ringgit Malaysia masing-masing melemah 0,16% dan 0,49% terhadap dolar AS.
Nilai rupiah tersebut bahkan melewati rekor saat pandemi Covid-19 per Maret 2020 di level Rp16.600 hingga Rp16.700 per dolar AS dan Krisis Moneter pada Juni 1998 yang menyentuh Rp16.800 per dolar AS dalam perdagangan intraday.
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memproyeksikan mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif tapi cenderung ditutup melemah di rentang Rp16.920 hingga Rp17.010 per dolar AS. Adapun untuk sepanjang pekan ini, rupiah diprediksi bergerak dalam kisaran Rp16.850 hingga Rp17.010 per dolar AS.
Ibrahim sebelumnya menyampaikan bahwa salah satu faktor pelemahan rupiah dipengaruhi oleh faktor internal, menyusul langkah Fitch Ratings yang menurunkan prospek Indonesia dari stabil menjadi negatif.
Berikut kurs jual beli dolar AS di empat bank besar Indonesia pada Senin pagi, 9 Maret 2026.
PT Bank Central Asia pada pukul 09.52 WIB menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp16.964 dan harga jual sebesar Rp16.984 berdasarkan e-rate. Berdasarkan TT Counter, harga beli dan jual ditetapkan masing-masing sebesar Rp16.850 dan Rp17.150, sementara Bank Notes menerapkan harga beli Rp16.850 per dolar AS dan harga jual Rp17.150 per dolar AS.
PT Bank Rakyat Indonesia menetapkan harga beli dan harga jual dolar AS per pukul 09.52 WIB masing-masing sebesar Rp16.963 dan Rp16.990 untuk e-rate. Sementara itu, kurs beli dan jual dolar AS pada TT Counter masing-masing ditetapkan sebesar Rp16.899 dan Rp17.099.
PT Bank Mandiri menetapkan harga beli dan jual dolar AS pukul 09.18 WIB untuk special rate masing-masing sebesar Rp16.990 dan Rp17.020. Berdasarkan TT Counter, Bank Mandiri menetapkan harga beli per dolar AS sebesar Rp16.760 dan harga jual senilai Rp17.060. Berdasarkan Bank Notes, harga beli dan jual per dolar AS ditetapkan masing-masing sebesar Rp16.700 dan Rp17.000.
PT Bank Negara Indonesia pada pukul 09.50 WIB menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp16.964 dan harga jual sebesar Rp16.984 berdasarkan special rates. Sementara itu, berdasarkan TT Counter pada jam yang sama, nilai dolar AS untuk beli berada pada level Rp16.830 dan jual sebesar Rp17.130.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: