Tsunami Terdeteksi di Tiga Wilayah Indonesia Pascagempa M 7,7 Mindanao, Ketinggian Capai 0,19 Meter

- Gempa M 7,7 mengguncang Pantai Selatan Mindanao, Filipina, pukul 06.37 WIB, memicu tsunami yang terdeteksi di Kedi (Maluku Utara), Ulu Sia, dan Melonguane dengan ketinggian maksimal 0,19 meter.
- BMKG menerbitkan peringatan dini tsunami untuk 25 wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur.
- Gempa berjenis dangkal akibat subduksi lempeng dengan mekanisme thrust fault, satu gempa susulan M 6,7 juga tercatat sebelum pukul 07.00 WIB.
, Jakarta – Tsunami kecil menyentuh tiga wilayah Indonesia pada Senin pagi, 8 Juni 2026, menyusul gempa berkekuatan M 7,7 yang mengguncang Pantai Selatan Mindanao, Filipina, pukul 06.37 WIB. Ketinggian gelombang tercatat paling tinggi di Melonguane, Sulawesi Utara, mencapai 0,19 meter.
“Tsunami sudah tercatat di 3 lokasi,” kata Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama dalam konferensi pers virtual, Senin (8/6/2026).
Berdasarkan pantauan BMKG, tsunami terdeteksi di tiga titik secara berurutan. Kedi, Maluku Utara, mencatat gelombang setinggi 0,09 meter pada pukul 07.20 WIB. Selang tujuh menit kemudian, Ulu Sia dan Melonguane sama-sama mencatat kedatangan gelombang pada pukul 07.27 WIB, dengan ketinggian masing-masing 0,18 meter dan 0,19 meter.
Gempa pemicunya berpusat di laut, sekitar 244 kilometer arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 47 kilometer. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyebut gempa ini termasuk kategori dangkal yang dipicu aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.
Sebelum tsunami benar-benar terdeteksi, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini untuk 25 wilayah di Indonesia, mencakup Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur. Sejumlah kawasan pesisir di Sulawesi Utara, termasuk Kota Manado, Kepulauan Sangihe, dan Minahasa, sempat ditetapkan dalam status Siaga. Hingga pukul 07.00 WIB, satu gempa susulan tercatat dengan magnitudo 6,7.
Guncangan juga dirasakan warga di Manado, memicu kepanikan awal di kawasan pesisir. BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang masuk status Siaga maupun Waspada untuk tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD setempat, serta terus memantau informasi resmi dari BMKG.
Ketinggian tsunami yang terpantau memang jauh dari angka yang mengancam jiwa. Tapi dalam konteks kebencanaan, yang terpenting bukan hanya seberapa tinggi gelombang yang datang, melainkan seberapa cepat informasi itu sampai ke tangan warga yang tinggal di bibir pantai.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: