Pedagang Garut Waspada: Pasokan Cabai Seret, Harga Bisa Jebol Rp100.000 Sebelum Puasa

- Harga cabai rawit merah di Garut melonjak 13,72 persen menjadi Rp91.600 per kilogram dan berpotensi menembus Rp100.000 jelang Ramadan jika pasokan dari petani tidak segera membaik.
- Kenaikan harga turut terjadi pada daging ayam ras (naik 10,12%) dan telur ayam ras (naik 8,22%), sementara harga daging sapi, beras, dan gula relatif stabil.
- Pedagang di Pasar Ciawitali menyebut pasokan cabai mulai seret dari petani bersamaan dengan meningkatnya permintaan menjelang Imlek dan persiapan puasa
, Garut – Pasar tradisional di Kabupaten Garut, Jawa Barat, mulai merasakan tekanan kenaikan harga pangan yang cukup tajam. Dua faktor besar bertemu di waktu yang hampir bersamaan: perayaan Imlek dan datangnya bulan Ramadan.
Berdasarkan data Jumat (13/2/2026), cabai rawit merah menjadi komoditas dengan kenaikan paling mencolok. Harganya menyentuh Rp91.600 per kilogram, naik sekitar 13,72 persen dibanding periode sebelumnya. Jika tren ini bertahan dua hingga tiga pekan ke depan, angka Rp100.000 per kilogram bukan lagi sekadar spekulasi.
Komoditas cabai lainnya juga ikut terkerek. Cabai merah besar tercatat di Rp43.400 per kilogram atau naik 12,87 persen, sementara cabai merah keriting berada di Rp45.050 per kilogram dengan kenaikan 11,65 persen. Cabai rawit hijau relatif lebih tenang, hanya naik 1,22 persen ke posisi Rp58.250 per kilogram.
“Pasokan agak seret dari petani, sementara pembeli mulai banyak karena mau Imlek dan persiapan puasa,” kata Hartono, pedagang cabai di Pasar Ciawitali, Garut.
Tekanan harga tidak berhenti di lapak cabai. Daging ayam ras segar naik 10,12 persen menjadi Rp41.350 per kilogram, dan telur ayam ras segar terkerek 8,22 persen ke Rp30.950 per kilogram. Pembelian di los ayam pun terlihat lebih ramai dari biasanya, dengan sebagian pembeli mengaku membeli dalam jumlah lebih besar untuk kebutuhan acara dan stok awal Ramadan.
Daging sapi justru bergerak berbeda. Kualitas 1 masih bertahan di Rp145.550 per kilogram, sementara kualitas 2 di Rp136.800 per kilogram. Kedua harga itu tidak berubah dari hari sebelumnya.
Sisi lain yang menahan situasi dari memburuk lebih jauh adalah stabilnya harga beras dan gula. Beras hanya naik tipis Rp50 di semua kelas kualitas, dari beras bawah I yang berada di Rp13.850 per kilogram hingga beras super I di Rp16.700 per kilogram. Gula pasir, baik premium maupun lokal, tidak bergerak sama sekali, masing-masing di Rp18.950 dan Rp18.000 per kilogram.
Minyak goreng memberi sinyal kenaikan yang lebih pelan. Minyak curah naik Rp200 menjadi Rp20.500 per kilogram, sedangkan minyak kemasan bermerek naik antara Rp100 hingga Rp200.
Ada pola yang sudah berulang dari tahun ke tahun dan tampaknya kembali terulang: menjelang hari besar keagamaan, cabai dan ayam selalu jadi yang pertama bergolak, sementara beras baru menyusul belakangan jika distribusi terganggu. Kali ini distribusi beras disebutkan masih lancar, tapi situasi bisa berubah cepat.
Secara keseluruhan, kenaikan harga saat ini masih terkonsentrasi pada kelompok volatile food, komoditas yang memang paling rentan terhadap gangguan pasokan dan lonjakan permintaan musiman. Cabai dan ayam secara historis menjadi penyumbang terbesar inflasi pangan di momen seperti ini, dan Garut bukan pengecualian.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: