Distribusi MBG di Rembang Kembali Berjalan Hari Ini Usai Libur Sekolah

- MBG di Rembang aktif lagi hari ini usai dihentikan sejak 22 Juni akibat SE BGN No.12/2026.
- Penghentian mencakup seluruh hari libur, bukan hanya libur sekolah, dan berlaku bagi siswa maupun kelompok 3B.
- Dari 109 SPPG di Rembang, baru sebagian yang aktif penuh, dengan beberapa masih dalam pemulihan pasca sanksi.
, Rembang – Dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Kabupaten Rembang mulai kembali menyalurkan makanan kepada siswa hari ini. Penyaluran sempat terhenti total sejak 22 Juni lalu, menyusul terbitnya surat edaran Badan Gizi Nasional yang mengatur jeda operasional selama masa libur sekolah.
Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Kepala BGN Nomor 12 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Operasional SPPG pada Periode Hari Libur. Berbeda dari periode Ramadan tahun ini, di mana MBG tetap disalurkan lewat skema bundling, kali ini BGN memilih menghentikan distribusi sepenuhnya. Alasannya, efisiensi sumber daya sekaligus standardisasi tata kelola dapur gizi.
Penghentian berlaku merata, mulai libur semester, akhir pekan, hari libur nasional, sampai hari besar keagamaan. Kelompok penerima manfaat non-siswa seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita pun ikut terdampak selama masa jeda.
Selama dapur berhenti beroperasi, BGN mengklaim seluruh aset dan peralatan produksi tetap dijaga petugas keamanan yang bekerja bergiliran 24 jam. Tujuannya, agar SPPG siap langsung beroperasi begitu tahun ajaran baru dimulai.
Kabupaten Rembang sendiri bukan daerah yang asing dengan dinamika operasional MBG belakangan ini. Dari 109 unit SPPG yang ditargetkan beroperasi di wilayah tersebut, baru 59 yang benar-benar melayani penerima manfaat, menurut data awal tahun ini. Sebagian dapur bahkan sempat disanksi pembekuan sementara oleh BGN akibat persoalan pengelolaan limbah, sebelum berangsur dipulihkan pertengahan tahun.
Yang menarik dari siklus MBG tahun ini, jeda operasional bertepatan persis dengan kalender pendidikan nasional. Sebagian besar daerah menetapkan hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026/2027 pada Senin ini, sehingga distribusi makanan otomatis mengikuti jadwal belajar mengajar, bukan lagi berjalan terpisah seperti tahun-tahun sebelumnya.
Bagi orang tua dan siswa di Rembang, aktifnya kembali layanan ini berarti rutinitas makan siang bergizi di sekolah kembali berjalan seperti biasa. Pemerintah daerah diperkirakan akan terus memantau kesiapan tiap dapur, mengingat sebagian SPPG di kabupaten ini masih dalam proses pemulihan status operasional pasca sanksi sebelumnya.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: