Kilat Pajajaran Meluncur, Pemprov Jabar dan KAI Sepakat Pangkas Waktu Tempuh Gambir–Bandung

- Jabar dan KAI luncurkan Kilat Pajajaran, Gambir–Bandung jadi 1,5 jam.
- Hadir Tani Mukti untuk angkut hasil pertanian.
- Jaringan rel diperluas hingga Garut–Tasik–Banjar.
, Jabar, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi menyepakati layanan kereta cepat konvensional “Kilat Pajajaran”, sebuah moda strategis yang digadang mampu memangkas waktu tempuh perjalanan Gambir–Bandung menjadi hanya sekitar 1,5 jam. Kesepakatan ini menjadi terobosan baru untuk meningkatkan mobilitas warga di tengah padatnya jalur kereta reguler Jakarta–Bandung.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan proyek ini menjadi bagian dari kerja sama optimalisasi perkeretaapian yang sekaligus mencakup penyediaan gerbong logistik pertanian sebagai upaya menekan biaya distribusi pangan yang selama ini terlalu mahal.
“Kereta Kilat Pajajaran akan memangkas waktu tempuh relatif sangat cepat, Gambir–Bandung menjadi sekitar satu setengah jam. Bahkan layanan ini direncanakan terhubung hingga Garut, Tasikmalaya, dan Banjar dengan waktu tempuh dua jam melalui Bandung,” ujar Dedi di Bandung, Rabu (26/11).
Selain menghadirkan kereta cepat konvensional, Pemprov Jabar juga memperkenalkan layanan baru yang disebut “Kereta Api Tani Mukti”. Moda ini dikhususkan untuk mengangkut hasil pertanian dari sentra produksi Jawa Barat menuju pasar utama seperti Jakarta, Cirebon, dan Banjar—sebuah langkah strategis untuk memotong rantai pasok dan biaya logistik yang selama ini membebani petani.
“Penyediaan lokomotif dan gerbong untuk mengangkut hasil pertanian dan perdagangan pada rute Jakarta–Cirebon serta Jakarta–Banjar ini kami namakan Kereta Api Tani Mukti,” tegas Dedi.
Dalam peta jalan kerja sama tersebut, Pemprov Jabar dan KAI sepakat menghidupkan jalur wisata “Jaka Lalana” yang melintasi Jakarta–Bogor–Sukabumi–Cianjur, serta mempercepat elektrifikasi jalur Padalarang–Cicalengka untuk mendukung mobilitas harian masyarakat Bandung Raya.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyambut baik kolaborasi ini dan menyebut pihaknya akan segera membentuk Joint Working Group guna menyusun kajian teknis, rencana kerja bertahap, hingga penataan kawasan Stasiun Bandung dan Kiaracondong.
Dedi turut menekankan pentingnya dukungan pembiayaan agar seluruh agenda perkeretaapian ini dapat direalisasikan secara cepat, apalagi integrasi jalur kereta utara–selatan Jawa Barat dinilai memiliki dampak ekonomi yang signifikan.
“Hari ini Pemprov Jabar bersama seluruh bupati dan wali kota berkomitmen mengembangkan perkeretaapian. Semoga perjalanan dari Jawa Barat menuju Jakarta semakin lancar,” ujar Dedi.
Kerja sama tersebut ditandatangani Dedi Mulyadi dan Dirut KAI Bobby Rasyidin serta disaksikan Wakil Menteri Perhubungan Suntana di Purwakarta, Selasa (25/11).j
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: