Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat Rp27,5 Miliar Dipersoalkan, Gus Ipul dan Stradenine Beri Klarifikasi

- Kemensos menganggarkan Rp27,5 miliar untuk 39.345 pasang sepatu siswa Sekolah Rakyat 2026, dengan asumsi Rp700 ribu per pasang yang dianggap publik terlalu tinggi dibanding harga pasar.
- Gus Ipul membantah tudingan mark-up dan menyebut anggaran tersebut mencakup seluruh kebutuhan siswa, mulai makan, minum, seragam, hingga perlengkapan lain.
- Foto viral yang mengaitkan sepatu merek Stradenine dengan pengadaan ternyata merupakan dokumentasi lama dari Mei 2025, sementara pihak Stradenine menegaskan tidak pernah terlibat dalam proyek pengadaan tersebut.
, Jakarta – Kementerian Sosial mengalokasikan dana Rp27,5 miliar untuk pengadaan 39.345 pasang sepatu bagi siswa Sekolah Rakyat pada tahun 2026. Angka itu dengan cepat memantik pertanyaan publik setelah kalkulasi sederhana menunjukkan asumsi biaya per pasang mencapai Rp700 ribu.
Bagi sebagian orang, nominal itu tidak masuk akal untuk sepatu anak sekolah.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, langsung merespons. Ia menegaskan bahwa anggaran dalam program Sekolah Rakyat tidak bisa dibaca hanya dari satu pos pengadaan.
“Intinya, penganggaran di Sekolah Rakyat itu semua adalah untuk kebutuhan siswa, di samping untuk kebutuhan operasional. Kebutuhan siswa apa saja? Untuk makan, untuk minum, untuk seragam, ya termasuk sepatu, dan lain sebagainya,” ujar Gus Ipul di Kantor Kemenko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta Pusat.
Ia juga menyebut angka Rp700 ribu per pasang masih bersifat alokasi awal dan dapat berubah sesuai proses pengadaan yang berjalan.
“Untuk penganggaran nanti detailnya bisa dikonfirmasi lebih lanjut ya. Tapi pada dasarnya penganggaran kita semua untuk siswa. Semua untuk siswa,” tambahnya.
Polemik makin meluas ketika sebuah foto beredar di media sosial, memperlihatkan Gus Ipul dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tengah memakaikan sepatu kepada sejumlah siswa. Foto itu dengan cepat dikaitkan dengan merek lokal Stradenine, produk asal Surabaya yang dikenal dijual di kisaran harga Rp170 ribu hingga Rp180 ribu di berbagai platform belanja online.
Selisih lebih dari Rp500 ribu per pasang itulah yang membuat perdebatan di media sosial tak kunjung reda.
Pemilik brand Stradenine kemudian merilis klarifikasi resmi pada 3 Mei 2026 melalui akun media sosial mereka. Dua poin ditegaskan, produk yang muncul dalam foto memang dijual seharga Rp179.900, dan Stradenine sama sekali tidak pernah terlibat, mengetahui, atau menerima pesanan dalam proyek pengadaan yang sedang dipersoalkan tersebut.
Klarifikasi itu justru memperkuat dugaan publik bahwa ada selisih harga yang sulit dijelaskan.
Namun penelusuran lebih lanjut membawa temuan yang menggeser narasi. Foto viral yang dijadikan dasar tuduhan ternyata bukan dokumentasi terbaru. Foto itu diambil pada Mei 2025 dan awalnya dipublikasikan oleh akun resmi Biro Humas Pemprov Jawa Timur, sebelum kemudian diunggah ulang oleh sejumlah pihak tanpa konteks yang memadai.
Di sinilah polemik ini menunjukkan watak yang lebih kompleks. Kemarahan publik yang meledak dibangun sebagian di atas foto yang salah konteks, tetapi pertanyaan soal transparansi anggaran Rp27,5 miliar untuk tahun 2026 tetap sah untuk diajukan.
Gus Ipul berjanji dirinya dan Wakil Menteri Sosial tidak akan ikut campur dalam proses teknis pengadaan, dan akan menindak tegas jika ditemukan pelanggaran prosedur. KPK diketahui juga telah mulai melakukan kajian atas anggaran sepatu Sekolah Rakyat yang diduga mencapai Rp700 ribu per pasang itu.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: