Posko Nasional ESDM Nataru 2025–2026 Ditutup, Pasokan Energi Aman dan Terkendali

- Posko Nasional Sektor ESDM Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang berlangsung 15 Desember 2025–5 Januari 2026 berjalan aman, lancar, dan resmi ditutup setelah pasokan energi nasional terjaga tanpa kendala berarti.
- Ketersediaan BBM, LPG, dan gas bumi terpantau aman dengan ketahanan stok BBM rata-rata 21 hari dan stok LPG 10–16 hari, didukung sinergi Kementerian ESDM, Pertamina, dan seluruh pemangku kepentingan.
- Pertamina memastikan penyaluran energi tetap optimal, termasuk di wilayah terdampak banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, dengan hampir seluruh SPBU telah kembali beroperasi.
, Jakarta — Pelaksanaan Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang berlangsung sejak 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 berjalan aman, lancar, dan terkendali.
Hal tersebut disampaikan Inspektur Jenderal Kementerian ESDM, Yudhiawan, dalam konferensi pers di Auditorium Cendrawasih, Gedung BPH Migas, Jakarta, Senin (5/1). Ia menegaskan bahwa selama masa posko, ketersediaan dan pendistribusian BBM, LPG, serta gas bumi berada dalam kondisi aman tanpa kendala berarti.
Menurut Yudhiawan, kelancaran tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, khususnya Pertamina, yang berhasil menyalurkan energi kepada masyarakat dan pelanggan sesuai kebutuhan serta ketersediaan pasokan nasional.
“Atas kerja keras dan sinergi kita semua, dengan mengucapkan Alhamdulillah, Posko Nasional Sektor ESDM Natal dan Tahun Baru 2025–2026 secara resmi saya nyatakan ditutup. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan posko ini,” ujar Yudhiawan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Erika Retnowati, menyampaikan bahwa stok BBM nasional selama masa posko terpantau aman dengan ketahanan rata-rata sekitar 21 hari. Ia merinci, selama periode tersebut penyaluran gasoline meningkat 0,9 persen, avtur naik 5,5 persen, sementara gasoil turun 3,4 persen dan kerosin menurun 6,2 persen dibandingkan rata-rata normal.
Untuk sektor LPG, Erika memastikan kondisi pasokan tetap aman dengan kesiapsiagaan 40 terminal LPG, 736 SPBE, dan 6.634 agen LPG. Coverage days stok LPG nasional berada pada kisaran 10 hingga 16 hari dengan rata-rata 12,8 hari. Penyaluran LPG selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 tercatat meningkat 10,6 persen dibandingkan kondisi normal.
Erika juga menyoroti upaya pemulihan pascabencana banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ia menyatakan Pertamina terus mengoptimalkan penyaluran BBM melalui koordinasi intensif dengan para pemangku kepentingan, termasuk pendistribusian melalui jalur darat, laut, dan udara.
“Jumlah SPBU yang telah kembali beroperasi di Sumatra Utara dan Sumatra Barat sudah mencapai 100 persen, masing-masing 406 dan 147 SPBU. Sementara di Aceh, 151 dari 156 SPBU atau sekitar 97 persen telah kembali beroperasi,” jelas Erika.
Sementara itu, Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina, Jaffee Arizon Suardin, menyampaikan apresiasi atas kelancaran pelaksanaan Satgas Natal dan Tahun Baru 2025–2026. Ia menegaskan komitmen Pertamina dalam menjaga ketersediaan BBM, LPG, dan avtur guna mendukung mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun.
“Sebagai bagian dari komitmen melayani sepenuh hati, Pertamina akan tetap waspada dan siaga menjaga ketahanan stok energi nasional, termasuk di daerah terdampak bencana, meski Satgas Nataru telah berakhir,” pungkas Jaffee.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: