TODAY'S RECAP

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

6 April 2026

Cari berita

Anjlok 40 Persen dari Puncak, Bitcoin Terancam Tembus USD 50.000

Poin Penting (3)
  • Harga Bitcoin anjlok ke level USD 70.000 pada Kamis (5/2/2026), turun 40 persen dari puncaknya di USD 126.000 pada Oktober 2025
  • Investor Michael Burry memperingatkan risiko Bitcoin jatuh ke USD 50.000 dengan dampak kebangkrutan penambang dan krisis likuiditas pasar futures logam
  • Perusahaan Strategy milik Michael Saylor merugi USD 17,44 miliar di kuartal IV dengan kapitalisasi pasar terpangkas 61 persen sejak puncak harga Bitcoin

Resolusi.co, JAKARTA – Bitcoin terus tertekan sejak awal Februari 2026. Kamis (5/2/2026) pukul 13.30 WIB, harga Bitcoin tercatat diperdagangkan di kisaran USD 70.955, bahkan sempat menyentuh USD 70.417.

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin melemah lebih dari 3 persen. Penurunan ini memicu kekhawatiran akan koreksi lebih dalam pada pasar kripto global.

Bitcoin sempat mencapai USD 73.000 pada Selasa lalu. Namun kini, aset kripto terbesar di dunia itu telah menyusut sekitar 40 persen dari titik tertingginya yang melampaui USD 126.000 pada Oktober tahun lalu.

Investor legendaris Michael Burry memberikan peringatan keras melalui unggahan terbarunya di Substack. Burry, yang dikenal lewat prediksi akurat krisis keuangan 2008, memproyeksikan likuidasi besar-besaran pada logam mulia mencapai USD 1 miliar di akhir Januari.

Likuidasi itu, menurut Burry, terjadi karena investor institusi berupaya menutupi kerugian di pasar kripto. Burry mengkritik Bitcoin yang gagal membuktikan perannya sebagai aset pelindung nilai atau alternatif emas digital.

“Tidak ada landasan penggunaan organik yang kuat untuk menahan laju penurunan harga Bitcoin saat ini,” tulisnya.

Burry memperingatkan efek domino jika Bitcoin merosot ke level USD 50.000. Kebangkrutan penambang skala besar menjadi ancaman nyata karena biaya operasional yang tidak tertutup. Pasar futures logam yang ditokenisasi juga berisiko kehilangan pembeli dan terjebak dalam masalah likuiditas parah.

Koreksi pasar mulai berdampak pada neraca keuangan perusahaan publik yang mengoleksi Bitcoin dalam jumlah besar. Strategy, perusahaan yang dipimpin Michael Saylor, kini berada dalam posisi merugi setelah harga pasar jatuh di bawah harga beli rata-rata mereka di kisaran USD 76.000.

Laporan menunjukkan perusahaan tersebut menanggung kerugian luar biasa mencapai USD 17,44 miliar pada kuartal keempat saja. Kapitalisasi pasar Strategy anjlok drastis dari USD 128 miliar pada Juli menjadi hanya USD 40 miliar, terpangkas hingga 61 persen sejak puncak harga Bitcoin tahun lalu.

Analis dari CXR Engineering, Hiroyuki Kato, menilai pasar kripto telah memasuki tren penurunan jangka panjang. Kato menyoroti bahwa strategi pasar kini berubah dari “buy the dip” menjadi “short selling” masif.

Kondisi teknikal Bitcoin semakin mengkhawatirkan. Pada grafik mingguan, BTC membentuk pola head and shoulders yang mendekati garis leher. Jika pola ini terkonfirmasi, potensi penurunan lebih lanjut sangat terbuka.

Pergeseran sentimen pasar ini menandai fase baru dalam siklus Bitcoin. Dari euforia yang mendorong harga melampaui USD 126.000, kini pasar bergerak ke arah pesimisme dengan proyeksi penurunan hingga USD 50.000.