Harga Minyak Dunia Melemah Meski Ketegangan Selat Hormuz Memanas

- Harga minyak Brent turun 18 sen menjadi $68,85 per barel dan WTI turun 21 sen ke $64,15 pada Selasa (10/2/2026) meski ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz masih tinggi
- Sekitar seperlima konsumsi minyak global melewati Selat Hormuz setiap hari, menjadikan wilayah ini titik krusial bagi pasokan energi dunia
- Uni Eropa berencana memperluas sanksi Rusia dengan menyasar pelabuhan di negara ketiga termasuk Indonesia, sementara India mulai menghindari minyak Rusia demi kesepakatan dengan AS
, Jakarta – Harga minyak mentah dunia melemah pada perdagangan Selasa (10/2/2026), meski ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz masih tinggi. Pasar tampak lebih tenang setelah lonjakan tajam sehari sebelumnya.
Minyak mentah Brent turun 18 sen atau 0,26 persen menjadi 68,85 dolar AS per barel pada pukul 10.53 WIB. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS merosot 21 sen atau 0,33 persen ke level 64,15 dolar AS.
Pelemahan ini terjadi setelah kenaikan lebih dari 1 persen pada Senin kemarin. Kala itu, otoritas maritim AS mengeluarkan imbauan agar kapal komersial menjauhi perairan Iran dan menolak permintaan akses dari pasukan Iran.
Selat Hormuz menjadi titik paling sensitif dalam perdagangan minyak global. Sekitar seperlima dari total konsumsi minyak dunia melewati jalur sempit antara Oman dan Iran ini setiap harinya.
Iran bersama anggota OPEC lainnya seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak mengandalkan selat ini untuk mengekspor minyak mentah ke Asia. Gangguan sekecil apa pun bisa mengguncang pasokan global.
Analis IG Tony Sycamore mengatakan premi risiko pasar tetap bertahan karena situasi di kawasan Timur Tengah belum sepenuhnya reda.
“Meskipun pembicaraan di Oman menghasilkan nada yang hati-hati namun positif, ketidakpastian yang masih ada mengenai potensi eskalasi, pengetatan sanksi, atau gangguan pasokan di Selat Hormuz telah mempertahankan premi risiko yang moderat,” kata Sycamore.
Pembicaraan nuklir antara Iran dan AS yang dimediasi Oman pekan lalu disebut berjalan “baik” oleh diplomat Iran. Kedua negara sepakat melanjutkan dialog, meski belum ada hasil konkret.
Di sisi lain, Uni Eropa berencana memperluas sanksi terhadap Rusia dengan menyasar pelabuhan di negara ketiga yang melayani distribusi minyak Rusia. Indonesia dan Georgia masuk dalam daftar yang ditinjau, menurut dokumen proposal yang dilihat Reuters.
Langkah ini menjadi yang pertama kali UE menjatuhkan sanksi pada fasilitas pelabuhan di luar wilayah Rusia. Tujuannya untuk memperketat aliran pendapatan Moskow dari ekspor minyak terkait perang Ukraina.
Sementara itu, Indian Oil Corp dilaporkan membeli enam juta barel minyak mentah dari Afrika Barat dan Timur Tengah. Pembelian ini dilakukan untuk menghindari minyak Rusia, sebagai bagian dari upaya India mencapai kesepakatan perdagangan dengan Washington.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: