Dana Rp 900 Triliun BPJS Ketenagakerjaan Dipakai Bangun Sekolah

- BPJS Ketenagakerjaan melalui PT Sinergi Investasi Properti bekerja sama dengan PT Didaktika Mitra Solusi membangun Labschool di atas lahan tiga hektar di Joglo, Jakarta Barat, ditargetkan rampung 2027.
- Investasi ini bagian dari optimalisasi dana BPJS Ketenagakerjaan yang mengelola Rp 900 triliun, dengan potensi investasi langsung 5 persen atau sekitar Rp 45 triliun untuk sektor pendidikan dan SDM.
- Proyek diresmikan Rabu (11/2/2026) dan dirancang sebagai institusi pendidikan unggulan yang mendukung Asta Cita Presiden Prabowo dalam penguatan SDM serta pemerataan akses pendidikan berkualitas di Jakarta Barat.
, JAKARTA – BPJS Ketenagakerjaan melalui anak perusahaannya, PT Sinergi Investasi Properti (SIP), membangun Labschool di kawasan Joglo, Jakarta Barat. Proyek senilai ratusan miliar rupiah ini ditargetkan rampung pada 2027.
Investasi ini dilakukan bersama PT Didaktika Mitra Solusi di atas lahan seluas tiga hektar. Sekolah dirancang sebagai institusi pendidikan unggulan yang mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam penguatan SDM Indonesia.
Direktur Pengembangan Investasi BPJS Ketenagakerjaan, Edwin Ridwan, mengatakan investasi di sektor pendidikan bukan sekadar mencari imbal hasil finansial.
“Bagi kami, investasi tidak semata dimaknai sebagai penguatan nilai finansial, tetapi juga sebagai upaya menciptakan dampak jangka panjang yang berkelanjutan, khususnya melalui pengembangan sektor pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” kata Edwin dalam keterangan tertulis, Kamis (12/2/2026).
Pencanangan pembangunan diresmikan Rabu (11/2) oleh Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Agung Nugroho, bersama Direktur PT Didaktika Mitra Solusi, Asdineri Ruslim.
Asdineri optimistis Labschool Joglo akan mengisi kekosongan akses terhadap sekolah berkualitas di wilayah Jakarta Barat dan sekitarnya.
“Kami optimistis berdirinya sekolah berkualitas seperti Labschool akan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar dan menjadi pusat pendidikan unggulan di kawasan ini,” ujarnya.
Agung Nugroho menegaskan pentingnya mengelola dana BPJS Ketenagakerjaan dengan prinsip kehati-hatian, sekaligus memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
BPJS Ketenagakerjaan saat ini mengelola dana sekitar Rp 900 triliun. Dari jumlah tersebut, potensi investasi langsung sebesar 5 persen atau sekitar Rp 45 triliun dinilai bisa dioptimalkan untuk memberikan dampak sosial.
“Potensi investasi langsung sebesar 5 persen atau sekitar Rp 45 triliun memiliki peluang besar untuk dioptimalkan sehingga tidak hanya memberikan imbal hasil yang sehat, tetapi juga menghadirkan kemanfaatan nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Kolaborasi ini menegaskan peran BPJS Ketenagakerjaan tak hanya sebagai pengelola dana jaminan sosial, tetapi juga sebagai lembaga yang berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional, khususnya di bidang pendidikan.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: