Jemaah Haji Bergerak ke Arafah Hari Ini, Arab Saudi Ingatkan Suhu Bisa Sampai 47 Derajat

- Puncak ibadah haji 2026 dimulai hari ini, 25 Mei, dengan pergerakan jemaah dari Makkah ke Arafah untuk persiapan Wukuf yang dijadwalkan pada 26 Mei 2026.
- Otoritas meteorologi Arab Saudi memperingatkan suhu di Makkah dapat mencapai 47 derajat Celsius, disertai angin kencang berdebu dan kelembapan hingga 40 persen.
- Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengimbau jemaah wajib memakai payung, mencukupi cairan tubuh, dan menghindari aktivitas fisik di luar ruangan saat siang hari.
, Makkah – Jutaan jemaah haji dari seluruh dunia, termasuk dari Indonesia, mulai bergerak dari Makkah menuju Arafah, Senin (25/5/2026), menandai dimulainya rangkaian puncak ibadah haji 1447 H. Di tengah perpindahan besar-besaran itu, otoritas cuaca Arab Saudi mengeluarkan peringatan serius, suhu udara di kawasan suci berpotensi mencapai 47 derajat Celsius.
Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi atau National Centre for Meteorology (NCM) menyebut kondisi cuaca selama periode ini akan sangat panas, disertai angin permukaan yang cukup kuat dan berpotensi menerbangkan debu serta pasir, terutama pada siang hari.
“Kondisi cuaca diperkirakan panas hingga sangat panas dengan angin permukaan yang cukup kuat dan dapat memicu debu serta pasir beterbangan,” ujar Kepala Eksekutif NCM Ayman Ghulam, dikutip dari Saudi Gazette.
Ghulam merinci, suhu siang hari sejak awal Dzulhijjah hingga Hari Tarwiyah, 8 Dzulhijjah atau hari ini, diprediksi berada di rentang 44 hingga 47 derajat Celsius. Suhu minimum malam hari pun tidak bisa diandalkan sebagai jeda yang nyaman, mengingat angkanya diperkirakan masih berkisar 28 hingga 31 derajat Celsius. Kelembapan udara diperkirakan mencapai 40 persen, dengan angin barat daya hingga barat laut bertiup di kecepatan 15 sampai 40 kilometer per jam.
Di Madinah, suhu diprediksi sedikit lebih rendah, namun tetap tidak ringan, yakni sekitar 44 derajat Celsius.
Kondisi serupa diprediksi berlanjut setelah Wukuf di Arafah hingga 13 Dzulhijjah. Pada fase itu, suhu maksimum diprediksi turun tipis ke kisaran 42 hingga 44 derajat Celsius, sedangkan kelembapan bisa melonjak sampai 55 persen. NCM juga memperingatkan kemungkinan terbentuknya badai petir di kawasan dataran tinggi Taif yang dampaknya berpotensi menjalar ke kawasan situs suci, memicu arus udara ke bawah yang memperburuk sebaran debu dan pasir.
Peringatan ini bukan sekadar angka di papan prakiraan cuaca. Haji adalah ibadah fisik yang menuntut pergerakan terus-menerus di ruang terbuka, dan jutaan orang akan melakukannya bersamaan dalam kondisi panas yang jarang ditemui di tempat lain di dunia.
Untuk mengantisipasi risiko itu, Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengimbau jemaah agar konsisten menggunakan payung saat berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Penggunaan payung diklaim mampu menurunkan suhu di sekitar jemaah hingga 10 derajat Celsius, sekaligus mengurangi beban fisik selama ritual berlangsung. Selain itu, jemaah diminta mencukupi kebutuhan cairan tubuh dan memeriksa kondisi kendaraan sebelum bepergian.
Dari sisi Indonesia, Kepala Daerah Kerja Madinah Khalilurrahman sebelumnya sudah mengingatkan bahwa Mei hingga Juni adalah puncak musim kemarau di Arab Saudi.
“Bulan Mei apalagi Juni itu sudah mulai puncak-puncak kemarau, itu bisa mencapai 45 sampai 47 derajat Celsius,” kata Khalilurrahman, dikutip dari Antara.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI Maria Assegaff menambahkan, pergerakan jemaah Indonesia dari hotel menuju Arafah dibagi dalam tiga gelombang, pukul 07.00, 11.30, dan 17.30 waktu Arab Saudi. Jemaah diminta menghemat tenaga dan menghindari aktivitas fisik yang tidak mendesak, terutama di luar ruangan pada siang hari. Jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan mereka yang masuk kategori risiko tinggi secara khusus diminta berkoordinasi dengan petugas kesehatan yang berjaga di lapangan.
NCM menyatakan pihaknya telah menyelesaikan berbagai persiapan operasional untuk musim haji ini, termasuk pengerahan radar cuaca, sistem satelit, stasiun pemantauan tetap dan bergerak, serta teknologi kecerdasan buatan guna meningkatkan akurasi prakiraan dan mendukung otoritas yang melayani jemaah.
Wukuf di Padang Arafah dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026, sebagai puncak utama dari seluruh rangkaian ibadah haji.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: