TODAY'S RECAP

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

16 April 2026
TODAY'S RECAP

Cari berita

BGN Turun Tangan Usai Mobil Pengantar MBG Tabrak Siswa di Cilincing

Poin Penting (3)
  • Mobil pengantar MBG milik BGN menabrak siswa dan guru di SDN Kalibaru 01, Cilincing, akibat dugaan rem blong; total 18 orang jadi korban dan langsung dirawat di RSUD.
  • Pengemudi ternyata sopir pengganti, bukan sopir tetap di bawah Yayasan Darul Esti, sementara BGN menyatakan duka mendalam dan mendukung penuh penyelidikan polisi.
  • BGN menanggung seluruh biaya perawatan korban serta memastikan operasional dan distribusi Program MBG tetap berjalan, disertai evaluasi internal menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa.

Resolusi.co, Jakarta —Insiden mobil pengantar makan bergizi gratis (MBG) menabrak siswa dan guru di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (11/12) pagi, mendapat respons cepat dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jakarta Utara. Peristiwa terjadi sekitar pukul 06.38 WIB saat sekolah tengah menyiapkan barisan siswa untuk kegiatan literasi membaca.

Mobil berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) yang datang untuk mendistribusikan paket makanan tiba-tiba melaju tak terkendali dan menghantam pagar sekolah serta sejumlah siswa dan guru. Dugaan sementara, insiden dipicu masalah rem kendaraan yang blong. Kepala SPPG Jakarta Utara, Sahrul Gunawan Siregar, menyebut pengemudi yang bertugas saat itu bukan sopir tetap. “Sopir kendaraan bukan sopir sebenarnya, tapi sopir pengganti. SPPG tersebut berada di bawah Yayasan Darul Esti,” ujarnya.

Data awal mencatat sedikitnya 18 orang menjadi korban, termasuk seorang guru. Seluruh korban langsung dilarikan ke RSUD terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan duka dan keprihatinan mendalam atas tragedi tersebut. “Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kejadian tragis ini. Insiden ini sangat mengejutkan,” ucapnya.

BGN memastikan mendukung penuh proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian untuk mengungkap faktor penyebab kecelakaan. Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, telah turun langsung ke lokasi kejadian dan rumah sakit. “Saya memastikan semua penanganan berjalan cepat. Kami berkoordinasi dengan sekolah, kepolisian, dan fasilitas kesehatan agar seluruh korban mendapat penanganan maksimal,” tegasnya.

Sony memastikan seluruh biaya perawatan para korban akan ditanggung BGN. “Biaya perawatan seluruh korban kami tanggung. Mereka ditempatkan di kelas 1 RSUD,” katanya.

Lebih jauh, BGN menegaskan bahwa insiden ini tidak mengganggu jalannya distribusi Program MBG di lapangan. Seluruh layanan, distribusi, dan pemenuhan gizi kepada penerima manfaat tetap berjalan sebagaimana mestinya. BGN juga telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SOP distribusi, pengawasan operasional, dan koordinasi lapangan untuk mencegah kejadian serupa terulang.