TODAY'S RECAP
Polisi Ungkap Kronologi Kasus Rudapaksa Gadis Sampang, 27 Pelaku TeridentifikasiDistribusi MBG di Rembang Kembali Berjalan Hari Ini Usai Libur SekolahAkivis Anti Korupsi: Pihak Tertentu Giring Opini Serang Menteri PUBicara di Diklat GMPK, Angga Raka Prabowo Beberkan Sisi Gelap Algoritma MedsosIsi Materi di Diklat GMPK, Mendiktisaintek Beberkan Strategi University 4.0 demi Target Ekonomi 8 PersenMenuju Indonesia Emas 2045, Budiman Sudjatmiko Bedah Tantangan Nalar Manusia di Era AIKepala Barantin di Diklat GMPK: Kebebasan Berpendapat Jangan Disalahgunakan untuk MenghinaBedah Trilogi Kerukunan di Diklat GMPK Bogor, Wakil Menteri Agama Ingatkan Pentingnya Etika KritikHadiri Diklat GMPK di Bogor, Menteri ATR Nusron Wahid Bedah Tiga Pilar Kedaulatan Negara dan Peran PemudaDi Hadapan Kader GMPK, Asisten Khusus Presiden Bedah Karakter Pemimpin Problem Solver dan Visi Aksi PrabowoTanggapi Tagar #KaburAjaDulu, Mrs. Mada Latih Kader GMPK Kemas Pesan Program PemerintahGelar Diklat Pratama I di Bogor, GMPK Dorong Intelektual Berjiwa Patriot dan Jadi Mitra Kritis PemerintahKukuhkan Arah Gerak Organisasi, Diklat GMPK Bedah AD/ART pada Diklat Pratama I di BogorSiapkan Calon Pemimpin Nasional Kapabel, GMPK Samakan Frekuensi Pemikiran Kader dari Aceh hingga PapuaBuka Diklat GMPK di Bogor, Wamentan Sudaryono Bedah Arah Kebijakan Ekonomi dan Visi Kepemimpinan PrabowoDaerah Protes Anggaran Dipotong, Purbaya Santai: Saya Bukan yang Motong, Saya Pewaris AjaMantan Istri di Jepang Ditangkap setelah Sembunyikan Jenazah Suami dalam Freezer Selama 14 Tahun di KobeBelum Berhenti di Tiga Tersangka, Kejagung Tambah 40 Hari Penahanan Bos BGN demi Bongkar Korupsi MBGSudah Tiga Orang Meninggal, DPR Buka Suara soal Latihan Militer Mematikan bagi Peserta SPPIDatang untuk Melahirkan, Perempuan Muda Ini Justru Kehilangan Rahim, Keluarga Geruduk Kantor Dinkes PamekasanDua Peserta SPPI Gugur saat Latsarmil, Kemhan Buka Kronologi dan Siapkan Evaluasi MenyeluruhKetua BEM FH UBK Dinonaktifkan setelah Akui Terima Rp20 Juta untuk Belokkan Arah Demo dari IstanaDapur MBG Tercatat di Sistem tapi Tak Ada Bangunannya, Tim Investigasi Temukan Lokasinya di KuburanDasco Buka Suara: Isu Ekonomi Sengaja Digoreng Seolah Indonesia di Ambang KeruntuhanKoorpus BEM Persatuan Indonesia: Jangan Setop Makan Bergizi Gratis, Bersihkan Korupsinya!Dolar Naik, Harga Obat Ikut Naik, tapi Menkes Pasang Batas, Ini AngkanyaDPRD Pamekasan Desak Pengelola Dapur MBG Daftarkan Karyawan ke JKN dan JamsostekBMKG: Puncak Kemarau Indonesia Diprediksi Agustus 2026, El Nino Berpotensi Bertahan hingga Awal 2027Kepala Staf Kepresidenan Dudung Akui MBG Perlu Ditata Ulang, Respons Kritik Mahasiswa UB soal Petani dan RisetBestari Barus Buka Suara: Rasa Sakit PDIP Ditinggal Jokowi “Bertumpuk-tumpuk”Polisi Ungkap Kronologi Kasus Rudapaksa Gadis Sampang, 27 Pelaku TeridentifikasiDistribusi MBG di Rembang Kembali Berjalan Hari Ini Usai Libur SekolahAkivis Anti Korupsi: Pihak Tertentu Giring Opini Serang Menteri PUBicara di Diklat GMPK, Angga Raka Prabowo Beberkan Sisi Gelap Algoritma MedsosIsi Materi di Diklat GMPK, Mendiktisaintek Beberkan Strategi University 4.0 demi Target Ekonomi 8 PersenMenuju Indonesia Emas 2045, Budiman Sudjatmiko Bedah Tantangan Nalar Manusia di Era AIKepala Barantin di Diklat GMPK: Kebebasan Berpendapat Jangan Disalahgunakan untuk MenghinaBedah Trilogi Kerukunan di Diklat GMPK Bogor, Wakil Menteri Agama Ingatkan Pentingnya Etika KritikHadiri Diklat GMPK di Bogor, Menteri ATR Nusron Wahid Bedah Tiga Pilar Kedaulatan Negara dan Peran PemudaDi Hadapan Kader GMPK, Asisten Khusus Presiden Bedah Karakter Pemimpin Problem Solver dan Visi Aksi PrabowoTanggapi Tagar #KaburAjaDulu, Mrs. Mada Latih Kader GMPK Kemas Pesan Program PemerintahGelar Diklat Pratama I di Bogor, GMPK Dorong Intelektual Berjiwa Patriot dan Jadi Mitra Kritis PemerintahKukuhkan Arah Gerak Organisasi, Diklat GMPK Bedah AD/ART pada Diklat Pratama I di BogorSiapkan Calon Pemimpin Nasional Kapabel, GMPK Samakan Frekuensi Pemikiran Kader dari Aceh hingga PapuaBuka Diklat GMPK di Bogor, Wamentan Sudaryono Bedah Arah Kebijakan Ekonomi dan Visi Kepemimpinan PrabowoDaerah Protes Anggaran Dipotong, Purbaya Santai: Saya Bukan yang Motong, Saya Pewaris AjaMantan Istri di Jepang Ditangkap setelah Sembunyikan Jenazah Suami dalam Freezer Selama 14 Tahun di KobeBelum Berhenti di Tiga Tersangka, Kejagung Tambah 40 Hari Penahanan Bos BGN demi Bongkar Korupsi MBGSudah Tiga Orang Meninggal, DPR Buka Suara soal Latihan Militer Mematikan bagi Peserta SPPIDatang untuk Melahirkan, Perempuan Muda Ini Justru Kehilangan Rahim, Keluarga Geruduk Kantor Dinkes PamekasanDua Peserta SPPI Gugur saat Latsarmil, Kemhan Buka Kronologi dan Siapkan Evaluasi MenyeluruhKetua BEM FH UBK Dinonaktifkan setelah Akui Terima Rp20 Juta untuk Belokkan Arah Demo dari IstanaDapur MBG Tercatat di Sistem tapi Tak Ada Bangunannya, Tim Investigasi Temukan Lokasinya di KuburanDasco Buka Suara: Isu Ekonomi Sengaja Digoreng Seolah Indonesia di Ambang KeruntuhanKoorpus BEM Persatuan Indonesia: Jangan Setop Makan Bergizi Gratis, Bersihkan Korupsinya!Dolar Naik, Harga Obat Ikut Naik, tapi Menkes Pasang Batas, Ini AngkanyaDPRD Pamekasan Desak Pengelola Dapur MBG Daftarkan Karyawan ke JKN dan JamsostekBMKG: Puncak Kemarau Indonesia Diprediksi Agustus 2026, El Nino Berpotensi Bertahan hingga Awal 2027Kepala Staf Kepresidenan Dudung Akui MBG Perlu Ditata Ulang, Respons Kritik Mahasiswa UB soal Petani dan RisetBestari Barus Buka Suara: Rasa Sakit PDIP Ditinggal Jokowi “Bertumpuk-tumpuk”Polisi Ungkap Kronologi Kasus Rudapaksa Gadis Sampang, 27 Pelaku TeridentifikasiDistribusi MBG di Rembang Kembali Berjalan Hari Ini Usai Libur SekolahAkivis Anti Korupsi: Pihak Tertentu Giring Opini Serang Menteri PUBicara di Diklat GMPK, Angga Raka Prabowo Beberkan Sisi Gelap Algoritma MedsosIsi Materi di Diklat GMPK, Mendiktisaintek Beberkan Strategi University 4.0 demi Target Ekonomi 8 PersenMenuju Indonesia Emas 2045, Budiman Sudjatmiko Bedah Tantangan Nalar Manusia di Era AIKepala Barantin di Diklat GMPK: Kebebasan Berpendapat Jangan Disalahgunakan untuk MenghinaBedah Trilogi Kerukunan di Diklat GMPK Bogor, Wakil Menteri Agama Ingatkan Pentingnya Etika KritikHadiri Diklat GMPK di Bogor, Menteri ATR Nusron Wahid Bedah Tiga Pilar Kedaulatan Negara dan Peran PemudaDi Hadapan Kader GMPK, Asisten Khusus Presiden Bedah Karakter Pemimpin Problem Solver dan Visi Aksi PrabowoTanggapi Tagar #KaburAjaDulu, Mrs. Mada Latih Kader GMPK Kemas Pesan Program PemerintahGelar Diklat Pratama I di Bogor, GMPK Dorong Intelektual Berjiwa Patriot dan Jadi Mitra Kritis PemerintahKukuhkan Arah Gerak Organisasi, Diklat GMPK Bedah AD/ART pada Diklat Pratama I di BogorSiapkan Calon Pemimpin Nasional Kapabel, GMPK Samakan Frekuensi Pemikiran Kader dari Aceh hingga PapuaBuka Diklat GMPK di Bogor, Wamentan Sudaryono Bedah Arah Kebijakan Ekonomi dan Visi Kepemimpinan PrabowoDaerah Protes Anggaran Dipotong, Purbaya Santai: Saya Bukan yang Motong, Saya Pewaris AjaMantan Istri di Jepang Ditangkap setelah Sembunyikan Jenazah Suami dalam Freezer Selama 14 Tahun di KobeBelum Berhenti di Tiga Tersangka, Kejagung Tambah 40 Hari Penahanan Bos BGN demi Bongkar Korupsi MBGSudah Tiga Orang Meninggal, DPR Buka Suara soal Latihan Militer Mematikan bagi Peserta SPPIDatang untuk Melahirkan, Perempuan Muda Ini Justru Kehilangan Rahim, Keluarga Geruduk Kantor Dinkes PamekasanDua Peserta SPPI Gugur saat Latsarmil, Kemhan Buka Kronologi dan Siapkan Evaluasi MenyeluruhKetua BEM FH UBK Dinonaktifkan setelah Akui Terima Rp20 Juta untuk Belokkan Arah Demo dari IstanaDapur MBG Tercatat di Sistem tapi Tak Ada Bangunannya, Tim Investigasi Temukan Lokasinya di KuburanDasco Buka Suara: Isu Ekonomi Sengaja Digoreng Seolah Indonesia di Ambang KeruntuhanKoorpus BEM Persatuan Indonesia: Jangan Setop Makan Bergizi Gratis, Bersihkan Korupsinya!Dolar Naik, Harga Obat Ikut Naik, tapi Menkes Pasang Batas, Ini AngkanyaDPRD Pamekasan Desak Pengelola Dapur MBG Daftarkan Karyawan ke JKN dan JamsostekBMKG: Puncak Kemarau Indonesia Diprediksi Agustus 2026, El Nino Berpotensi Bertahan hingga Awal 2027Kepala Staf Kepresidenan Dudung Akui MBG Perlu Ditata Ulang, Respons Kritik Mahasiswa UB soal Petani dan RisetBestari Barus Buka Suara: Rasa Sakit PDIP Ditinggal Jokowi “Bertumpuk-tumpuk”Polisi Ungkap Kronologi Kasus Rudapaksa Gadis Sampang, 27 Pelaku TeridentifikasiDistribusi MBG di Rembang Kembali Berjalan Hari Ini Usai Libur SekolahAkivis Anti Korupsi: Pihak Tertentu Giring Opini Serang Menteri PUBicara di Diklat GMPK, Angga Raka Prabowo Beberkan Sisi Gelap Algoritma MedsosIsi Materi di Diklat GMPK, Mendiktisaintek Beberkan Strategi University 4.0 demi Target Ekonomi 8 PersenMenuju Indonesia Emas 2045, Budiman Sudjatmiko Bedah Tantangan Nalar Manusia di Era AIKepala Barantin di Diklat GMPK: Kebebasan Berpendapat Jangan Disalahgunakan untuk MenghinaBedah Trilogi Kerukunan di Diklat GMPK Bogor, Wakil Menteri Agama Ingatkan Pentingnya Etika KritikHadiri Diklat GMPK di Bogor, Menteri ATR Nusron Wahid Bedah Tiga Pilar Kedaulatan Negara dan Peran PemudaDi Hadapan Kader GMPK, Asisten Khusus Presiden Bedah Karakter Pemimpin Problem Solver dan Visi Aksi PrabowoTanggapi Tagar #KaburAjaDulu, Mrs. Mada Latih Kader GMPK Kemas Pesan Program PemerintahGelar Diklat Pratama I di Bogor, GMPK Dorong Intelektual Berjiwa Patriot dan Jadi Mitra Kritis PemerintahKukuhkan Arah Gerak Organisasi, Diklat GMPK Bedah AD/ART pada Diklat Pratama I di BogorSiapkan Calon Pemimpin Nasional Kapabel, GMPK Samakan Frekuensi Pemikiran Kader dari Aceh hingga PapuaBuka Diklat GMPK di Bogor, Wamentan Sudaryono Bedah Arah Kebijakan Ekonomi dan Visi Kepemimpinan PrabowoDaerah Protes Anggaran Dipotong, Purbaya Santai: Saya Bukan yang Motong, Saya Pewaris AjaMantan Istri di Jepang Ditangkap setelah Sembunyikan Jenazah Suami dalam Freezer Selama 14 Tahun di KobeBelum Berhenti di Tiga Tersangka, Kejagung Tambah 40 Hari Penahanan Bos BGN demi Bongkar Korupsi MBGSudah Tiga Orang Meninggal, DPR Buka Suara soal Latihan Militer Mematikan bagi Peserta SPPIDatang untuk Melahirkan, Perempuan Muda Ini Justru Kehilangan Rahim, Keluarga Geruduk Kantor Dinkes PamekasanDua Peserta SPPI Gugur saat Latsarmil, Kemhan Buka Kronologi dan Siapkan Evaluasi MenyeluruhKetua BEM FH UBK Dinonaktifkan setelah Akui Terima Rp20 Juta untuk Belokkan Arah Demo dari IstanaDapur MBG Tercatat di Sistem tapi Tak Ada Bangunannya, Tim Investigasi Temukan Lokasinya di KuburanDasco Buka Suara: Isu Ekonomi Sengaja Digoreng Seolah Indonesia di Ambang KeruntuhanKoorpus BEM Persatuan Indonesia: Jangan Setop Makan Bergizi Gratis, Bersihkan Korupsinya!Dolar Naik, Harga Obat Ikut Naik, tapi Menkes Pasang Batas, Ini AngkanyaDPRD Pamekasan Desak Pengelola Dapur MBG Daftarkan Karyawan ke JKN dan JamsostekBMKG: Puncak Kemarau Indonesia Diprediksi Agustus 2026, El Nino Berpotensi Bertahan hingga Awal 2027Kepala Staf Kepresidenan Dudung Akui MBG Perlu Ditata Ulang, Respons Kritik Mahasiswa UB soal Petani dan RisetBestari Barus Buka Suara: Rasa Sakit PDIP Ditinggal Jokowi “Bertumpuk-tumpuk”

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

14 Juli 2026

Cari berita

Israel Sahkan Rencana Klaim Tanah Tepi Barat sebagai Properti Negara

Poin Penting (3)
  • Pemerintah Israel menyetujui rencana mengklaim lahan luas Tepi Barat sebagai "properti negara" jika warga Palestina tidak bisa membuktikan kepemilikan dengan dokumen yang sangat sulit dipenuhi
  • Keputusan yang diajukan tiga menteri garis keras Israel ini disebut Hamas, Palestina, dan negara-negara regional sebagai "aneksasi de facto" yang melanggar hukum internasional
  • Proses pendaftaran tanah akan dimulai tahun ini di Area C yang mencakup 83 persen Tepi Barat, tempat tinggal lebih dari 300.000 warga Palestina

Resolusi.co, Yogyakarta-Pemerintah Israel telah menyetujui rencana untuk mengklaim wilayah luas di Tepi Barat yang diduduki sebagai “properti negara” jika warga Palestina tidak dapat membuktikan kepemilikan. Langkah ini memicu kecaman regional dan tuduhan sebagai “aneksasi de facto”.

Penyiar Kan milik Israel melaporkan pada hari Minggu bahwa usulan tersebut diajukan oleh Menteri Keuangan garis keras Bezalel Smotrich, Menteri Kehakiman Yariv Levin, dan Menteri Pertahanan Israel Katz.

Smotrich menyatakan langkah ini merupakan kelanjutan dari “revolusi permukiman untuk menguasai semua tanah kami”. Sementara Levin menyebutnya sebagai ungkapan komitmen pemerintah Israel “untuk memperkuat cengkeraman terhadap seluruh bagiannya”.

Keputusan ini membuka jalan bagi dimulainya kembali proses “penyelesaian hak atas tanah” yang telah dibekukan sejak Israel menduduki Tepi Barat pada 1967.

Artinya, ketika Israel memulai proses pendaftaran tanah untuk wilayah tertentu, siapa pun yang mengklaim tanah tersebut harus menyerahkan dokumen yang membuktikan kepemilikan. Namun setelah puluhan tahun pendudukan, standar untuk membuktikan kepemilikan Palestina sangat tinggi. Langkah ini berpotensi merampas hak ribuan warga Palestina atas tanah mereka.

Kepresidenan Palestina mengutuk keputusan tersebut dalam sebuah pernyataan, menyebutnya sebagai “eskalasi serius dan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional” yang setara dengan “aneksasi de facto”.

Pihak kepresidenan meminta komunitas internasional, terutama Amerika Serikat dan Dewan Keamanan PBB, untuk segera melakukan intervensi.

Hamas juga mengecam langkah Israel, menyebutnya sebagai upaya “mencuri dan meng-Yahudi-kan tanah di Tepi Barat yang diduduki dengan mendaftarkannya sebagai yang disebut ‘tanah negara'”.

Kelompok yang memimpin serangan Oktober 2023 ke Israel selatan dan berperang melawan perang genosida Israel di Gaza ini menyebut persetujuan itu sebagai “keputusan yang batal demi hukum yang dikeluarkan oleh kekuatan pendudukan yang tidak sah”.

“Ini adalah upaya untuk memaksakan permukiman dan Yudaisasi secara paksa di lapangan, yang merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan resolusi PBB terkait,” tambah Hamas.

Keputusan Israel ini merupakan langkah terbaru untuk memperdalam kontrolnya atas Tepi Barat yang diduduki. Dalam beberapa bulan terakhir, Israel telah sangat memperluas pembangunan di permukiman ilegal, melegalkan pos-pos terdepan, dan membuat perubahan birokrasi signifikan terhadap kebijakannya di wilayah tersebut untuk memperkuat cengkeraman dan melemahkan Otoritas Palestina.

Langkah ini akan diterapkan di wilayah yang dikenal sebagai Area C di Tepi Barat yang diduduki. Ini adalah salah satu dari tiga area yang dibagi wilayahnya ketika Kesepakatan Oslo ditandatangani pada 1990-an.

Area tersebut berada di bawah kendali militer Israel sepenuhnya. Lebih dari 300.000 warga Palestina diperkirakan tinggal di Area C, dengan banyak lagi di komunitas sekitarnya yang bergantung pada lahan pertanian dan padang gembalanya.

Sebagian besar tanah Palestina di sana tidak terdaftar secara resmi karena proses hukum yang panjang dan luas, termasuk persyaratan untuk dokumen berusia puluhan tahun yang mungkin telah hilang atau hancur selama masa perang atau pendudukan.

Israel kini dapat menantang kepemilikan tanah yang sebelumnya ditolak aksesnya kepada warga Palestina.

Kelompok anti-permukiman Israel Peace Now mengatakan proses ini kemungkinan besar merupakan “perampasan tanah besar-besaran” dari warga Palestina.

“Langkah ini sangat dramatis dan memungkinkan negara menguasai hampir seluruh Area C,” kata Hagit Ofran, direktur program Settlement Watch milik Peace Now.

“Warga Palestina akan diminta membuktikan kepemilikan dengan cara yang tidak akan pernah bisa mereka lakukan. Dan dengan cara ini, Israel mungkin mengambil alih 83 persen Area C, yang merupakan sekitar separuh Tepi Barat,” kata Ofran kepada kantor berita The Associated Press.

Proses pendaftaran bisa dimulai tahun ini, ujarnya.

Para ahli mengatakan langkah tersebut juga menempatkan pemerintah Israel dalam pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, yang menyatakan bahwa kekuatan pendudukan tidak dapat menyita atau menempati tanah di wilayah yang diduduki.

Xavier Abu Eid, analis politik yang berbasis di Tepi Barat yang diduduki, juga menggambarkan langkah ini sebagai aneksasi de facto terhadap wilayah Palestina. Dia memperingatkan bahwa ini akan secara mendalam mengubah lanskap sipil dan hukum dengan menghilangkan apa yang disebut menteri-menteri Israel sebagai “hambatan hukum” yang telah lama ada terhadap ekspansi permukiman ilegal.

Berbicara dari Ramallah, Abu Eid mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Israel sedang “mengemas aneksasi” menjadi “langkah birokratis”.

“Orang-orang harus memahami ini bukan hanya langkah menuju aneksasi. Kita sedang mengalami aneksasi saat kita berbicara hari ini. Yang dilakukan pemerintah Israel adalah mengimplementasikan program politik mereka: kebijakan yang sudah disajikan,” katanya.

Langkah Israel ini juga dikecam oleh negara-negara regional. Kementerian Luar Negeri Yordania mengutuk keputusan Israel “dengan istilah paling keras”, menggambarkannya sebagai “pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional”.

Kementerian Luar Negeri Qatar juga mengecam langkah tersebut, mengatakan menganggapnya sebagai “perpanjangan dari rencana ilegalnya untuk merampas hak rakyat Palestina”. Dalam pernyataannya, kementerian menekankan perlunya solidaritas internasional untuk menekan Israel menghentikan rencana tersebut “untuk menghindari konsekuensi seriusnya”.

Kementerian Luar Negeri Mesir mengatakan bahwa tindakan semacam itu merupakan “pelanggaran mencolok” terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional, khususnya Konvensi Jenewa Keempat, serta resolusi Dewan Keamanan PBB terkait, terutama Resolusi 2334 tahun 2016.

Kementerian Luar Negeri Turki juga mengutuk langkah tersebut, mengatakan ini ditujukan untuk memaksakan otoritas Israel atas Tepi Barat yang diduduki dan memperluas aktivitas permukiman.

Kementerian menyebut langkah ini “batal dan tidak berlaku”, menekankan bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki. Ditambahkan pula bahwa kebijakan ekspansionis pemerintah Israel di Tepi Barat yang diduduki merusak upaya perdamaian yang sedang berlangsung di kawasan tersebut dan merusak prospek solusi dua negara.

Tidak ada komentar langsung dari AS. Pemerintahan AS sebelumnya telah mengecam keras ekspansi aktivitas dan kontrol Israel di Tepi Barat yang diduduki, namun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Presiden Donald Trump.

Keduanya bertemu pekan lalu di Washington DC untuk pertemuan ketujuh mereka dalam setahun terakhir. Meski Trump menolak aneksasi Israel terhadap Tepi Barat, pemerintahannya tidak berusaha mengekang pembangunan permukiman Israel yang dipercepat.

Lebih dari 700.000 warga Israel tinggal di permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki. Sementara itu, pengadilan tertinggi PBB dalam opini penasehat yang tidak mengikat pada 2024 menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina dan permukiman di Tepi Barat adalah ilegal dan harus diakhiri sesegera mungkin.