TODAY'S RECAP

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

25 Mei 2026

Cari berita

Wakil Kepala BGN Turun Gunung ke Mabes Polri: Penipuan Dapur MBG Sudah Kelewatan

Poin Penting (3)
  • BGN berkoordinasi langsung dengan Satgas MBG Polri karena laporan penipuan berkedok pembukaan dapur SPPG program MBG terus bertambah dari berbagai daerah.
  • Modus pelaku seragam mengaku sebagai atau dekat dengan pejabat BGN, lalu menawarkan pendaftaran lokasi dapur MBG dengan meminta uang, disertai dokumen palsu.
  • Polda Jawa Barat telah menangkap empat tersangka yang menjual "titik koordinat" dapur MBG palsu kepada korban hingga merugikan ratusan juta rupiah.

Resolusi.co, Jakarta – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sanjaya mendatangi Markas Besar Polri, Senin (25/5/2026), untuk berkoordinasi langsung dengan Satuan Tugas MBG Polri. Kedatangan itu bukan tanpa alasan, laporan penipuan berkedok pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis terus berdatangan dari berbagai daerah dan belum menunjukkan tanda berhenti.

Sony mengatakan volume laporan yang masuk sudah sampai pada titik yang tidak bisa lagi ia tangani hanya dari jarak jauh. BGN memutuskan perlu terlibat aktif mendorong penanganan di lapangan.

“Lama-kelamaan kasusnya semakin banyak, makanya saya sudah mulai fokus, oke kalau begitu saya harus turun gunung ini,” kata Sony Sanjaya di Mabes Polri.

Ia menegaskan akan langsung menyambangi satuan kepolisian di berbagai wilayah untuk memastikan setiap aduan yang masuk ditindaklanjuti secara konkret.

“Saya harus turun gunung datang ke polres-polres, ke polda-polda, memastikan betul-betul bahwa ini ada korbannya, terduganya ada, maka kemudian saya minta proses,” lanjutnya.

Dari pemantauan BGN, para pelaku penipuan menjalankan modus yang serupa di berbagai tempat. Mereka mengaku sebagai pejabat BGN, mengklaim punya akses ke internal lembaga, lalu menawarkan jasa pendaftaran atau pembukaan lokasi dapur SPPG kepada calon korban dengan imbalan sejumlah uang. Laporan dengan pola seperti ini sudah masuk di tingkat Polda maupun Polres.

“Oleh karena itu, saya perlu mengambil langkah berkoordinasi dengan Satgas MBG Polri yang juga di dalamnya banyak berkomunikasi dengan polres-polres jajaran,” ungkap Sony Sanjaya.

Satgas MBG Polri pun menyatakan komitmen penuh untuk menindak siapa saja yang mengeksploitasi program pemerintah demi keuntungan pribadi secara melawan hukum.

“Tentunya Satgas MBG dalam hal ini mewakili Polri mendukung penuh dalam rangka penegakan hukum bagi pihak-pihak yang menyalahgunakan program MBG ini, mengambil keuntungan dengan cara-cara yang menyimpang ataupun melanggar hukum,” ujar Kepala Satgas MBG Polri Irjen Pol Nurworo Danang.

Yang menarik, maraknya penipuan ini justru muncul di tengah antusiasme publik yang tinggi terhadap program unggulan pemerintahan Prabowo tersebut. Celah itu tampaknya yang dimanfaatkan para pelaku, mengingat banyak calon mitra dapur MBG yang masih awam soal prosedur resmi pendaftaran.

Sebelumnya, Polda Jawa Barat telah membongkar satu kasus dengan menetapkan empat orang sebagai tersangka. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Ade Safari menyebutkan keempatnya, berinisial YRN, AY, AN, dan OSP, menjual “titik koordinat” lokasi pembangunan dapur MBG kepada korban dengan bayaran hingga ratusan juta rupiah.

Para tersangka memperkuat tipu daya mereka dengan dokumen-dokumen palsu yang seolah menunjukkan persetujuan resmi dari pejabat BGN. Setelah didalami, polisi memastikan tidak satu pun dokumen yang beredar itu pernah diterbitkan oleh pihak berwenang.

Penyidikan kasus Jawa Barat masih terus berjalan. Penyidik membuka kemungkinan ada korban lain yang belum melapor dengan modus yang sama di berbagai wilayah.