Tekan Biaya Armuzna, Kemenhaj Klaim Hemat Anggaran Haji 2026 Rp180 Miliar

- Kementerian Haji dan Umrah mengklaim berhasil menghemat anggaran haji 2026 sebesar Rp180 miliar setelah menurunkan biaya layanan Armuzna menjadi 2.100 Riyal per jemaah, atau turun 200 Riyal dibandingkan tahun sebelumnya.
- Penghematan tersebut diperoleh dari strategi negosiasi harga bersih tanpa cashback, fee, atau biaya tambahan, dengan asumsi 200.000 jemaah dan kurs 1 Riyal sebesar Rp4.200.
- Meski biaya lebih rendah Kemenhaj menegaskan kualitas layanan tetap meningkat, termasuk penambahan luas kasur jemaah di tenda Mina dari 0,8 meter persegi menjadi 1 meter persegi.
, Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengklaim berhasil melakukan penghematan signifikan dalam anggaran penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Efisiensi anggaran tersebut mencapai Rp180 miliar, seiring turunnya biaya layanan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) bagi jemaah haji Indonesia.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menjelaskan, biaya layanan Armuzna pada musim haji 2026 berhasil ditekan menjadi 2.100 Riyal per jemaah. Angka tersebut lebih rendah 200 Riyal dibandingkan biaya pada musim haji tahun sebelumnya.
“Itu artinya kalau 200 Riyal kita kalikan 200.000 jemaah, kalikan Rupiah, satu Riyal itu 4.200, ketemu Rp180 miliar. Jadi dari Armuzna kita bisa men-save (berhemat) 180 miliar,” jelas Gus Irfan dalam acara media briefing outlook penyelenggaraan haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Meski terjadi penurunan biaya layanan, Gus Irfan menegaskan kualitas pelayanan jemaah tetap terjaga. Bahkan, menurutnya, terdapat peningkatan fasilitas, khususnya pada aspek kenyamanan tenda di Mina.
“Itu pun kalau tahun lalu itu luas kasurnya itu 0,8 meter persegi, tahun ini kita mendapatkan 1 meter persegi. Jadi ada harga lebih murah tapi kualitasnya lebih baik,” lanjutnya.
Gus Irfan menambahkan, penghematan tersebut diperoleh melalui strategi negosiasi pemerintah Indonesia dalam proses pengadaan layanan Armuzna. Pemerintah, kata dia, menerapkan prinsip harga bersih tanpa tambahan biaya lain di luar kesepakatan.
“Kita minta harga bersih dari anggaran, tidak minta cashback, kita tidak minta fee, kita tidak minta apa pun yang terkait itu dan alhamdulillah bisa turun 200 Riyal,” pungkas Gus Irfan.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: