Gerbong Wanita Jadi Saksi Bisu: 15 Penumpang KRL Tewas Usai Dihantam Argo Bromo di Bekasi Timur
, Kecelakaan maut terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam sekitar pukul 20.55 WIB, ketika KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) rute Gambir–Surabaya Pasarturi menghantam bagian belakang KRL Commuter Line PLB 5568A rute Kampung Bandan–Cikarang yang sedang berhenti di jalur 1.
Kejadian itu bermula dari taksi listrik Green SM yang mengalami mati mesin di perlintasan sebidang Jalan Ampera, sekitar 300 meter dari stasiun, hingga ditabrak KRL lain. Gangguan itu membuat PLB 5568A tertahan di Stasiun Bekasi Timur, sementara informasi kondisi jalur diduga tidak tersampaikan dengan baik ke masinis Argo Bromo yang melaju dengan kecepatan sekitar 110 km/jam.
Akibat tabrakan tersebut, gerbong khusus perempuan di bagian belakang KRL mengalami kerusakan paling parah. Sebanyak 15 orang dinyatakan meninggal dunia, seluruhnya perempuan, dan 84 orang lainnya mengalami luka-luka yang ditangani di 11 rumah sakit di wilayah Bekasi dan Jakarta. Penyebab pasti kecelakaan masih diselidiki Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Jalur Bekasi–Cikarang sempat lumpuh total dan operasional KRL hanya melayani hingga Stasiun Bekasi. Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembangunan flyover Bulak Kapal untuk menutup perlintasan sebidang berbahaya yang menjadi titik awal rangkaian insiden ini.