TODAY'S RECAP
Rupiah Melemah Bisa Jadi Angin Segar bagi Pariwisata, Turis ASEAN Berpotensi Pilih IndonesiaBerani Tutup Dapur Nakal, Inilah Sosok Baru yang Kini Pimpin Badan Gizi NasionalKejagung Geledah Kantor BGN Sejak Dini Hari, Karyawan Tak Bisa Masuk Sehari Setelah Pucuk Pimpinan DicopotDasco Bilang Nanik Pilihan Tepat Pimpin BGN, Ini AlasannyaInflasi Mei 2026 Tembus 3,08 Persen Tahunan, Pelemahan Rupiah dan Ancaman El Niño Godzilla Perburuk OutlookSetelah 1,5 Tahun Dimonitor, Dadan Hindayana Akhirnya Dicopot dari Kursi Kepala BGNRupiah Melemah Bisa Jadi Angin Segar bagi Pariwisata, Turis ASEAN Berpotensi Pilih IndonesiaBerani Tutup Dapur Nakal, Inilah Sosok Baru yang Kini Pimpin Badan Gizi NasionalKejagung Geledah Kantor BGN Sejak Dini Hari, Karyawan Tak Bisa Masuk Sehari Setelah Pucuk Pimpinan DicopotDasco Bilang Nanik Pilihan Tepat Pimpin BGN, Ini AlasannyaInflasi Mei 2026 Tembus 3,08 Persen Tahunan, Pelemahan Rupiah dan Ancaman El Niño Godzilla Perburuk OutlookSetelah 1,5 Tahun Dimonitor, Dadan Hindayana Akhirnya Dicopot dari Kursi Kepala BGNRupiah Melemah Bisa Jadi Angin Segar bagi Pariwisata, Turis ASEAN Berpotensi Pilih IndonesiaBerani Tutup Dapur Nakal, Inilah Sosok Baru yang Kini Pimpin Badan Gizi NasionalKejagung Geledah Kantor BGN Sejak Dini Hari, Karyawan Tak Bisa Masuk Sehari Setelah Pucuk Pimpinan DicopotDasco Bilang Nanik Pilihan Tepat Pimpin BGN, Ini AlasannyaInflasi Mei 2026 Tembus 3,08 Persen Tahunan, Pelemahan Rupiah dan Ancaman El Niño Godzilla Perburuk OutlookSetelah 1,5 Tahun Dimonitor, Dadan Hindayana Akhirnya Dicopot dari Kursi Kepala BGNRupiah Melemah Bisa Jadi Angin Segar bagi Pariwisata, Turis ASEAN Berpotensi Pilih IndonesiaBerani Tutup Dapur Nakal, Inilah Sosok Baru yang Kini Pimpin Badan Gizi NasionalKejagung Geledah Kantor BGN Sejak Dini Hari, Karyawan Tak Bisa Masuk Sehari Setelah Pucuk Pimpinan DicopotDasco Bilang Nanik Pilihan Tepat Pimpin BGN, Ini AlasannyaInflasi Mei 2026 Tembus 3,08 Persen Tahunan, Pelemahan Rupiah dan Ancaman El Niño Godzilla Perburuk OutlookSetelah 1,5 Tahun Dimonitor, Dadan Hindayana Akhirnya Dicopot dari Kursi Kepala BGN

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

3 Juni 2026
TODAY'S RECAP
Rupiah Melemah Bisa Jadi Angin Segar bagi Pariwisata, Turis ASEAN Berpotensi Pilih Indonesia Berani Tutup Dapur Nakal, Inilah Sosok Baru yang Kini Pimpin Badan Gizi Nasional Kejagung Geledah Kantor BGN Sejak Dini Hari, Karyawan Tak Bisa Masuk Sehari Setelah Pucuk Pimpinan Dicopot Dasco Bilang Nanik Pilihan Tepat Pimpin BGN, Ini Alasannya Inflasi Mei 2026 Tembus 3,08 Persen Tahunan, Pelemahan Rupiah dan Ancaman El Niño Godzilla Perburuk Outlook Setelah 1,5 Tahun Dimonitor, Dadan Hindayana Akhirnya Dicopot dari Kursi Kepala BGN DPRD Kabupaten Malang Minta Kajian Lengkap Soal Wacana Pemindahan Alun-Alun ke Selatan Stadion Kanjuruhan Malam Arafah Tiba Malam Ini, Ini yang Perlu Dilakukan Umat Islam yang Tidak Berhaji Rupiah Melemah Bisa Jadi Angin Segar bagi Pariwisata, Turis ASEAN Berpotensi Pilih Indonesia Berani Tutup Dapur Nakal, Inilah Sosok Baru yang Kini Pimpin Badan Gizi Nasional Kejagung Geledah Kantor BGN Sejak Dini Hari, Karyawan Tak Bisa Masuk Sehari Setelah Pucuk Pimpinan Dicopot Dasco Bilang Nanik Pilihan Tepat Pimpin BGN, Ini Alasannya Inflasi Mei 2026 Tembus 3,08 Persen Tahunan, Pelemahan Rupiah dan Ancaman El Niño Godzilla Perburuk Outlook Setelah 1,5 Tahun Dimonitor, Dadan Hindayana Akhirnya Dicopot dari Kursi Kepala BGN DPRD Kabupaten Malang Minta Kajian Lengkap Soal Wacana Pemindahan Alun-Alun ke Selatan Stadion Kanjuruhan Malam Arafah Tiba Malam Ini, Ini yang Perlu Dilakukan Umat Islam yang Tidak Berhaji

Cari berita

Rupiah Melemah Bisa Jadi Angin Segar bagi Pariwisata, Turis ASEAN Berpotensi Pilih Indonesia

Poin Penting (4)
  • Sekjen PHRI Maulana Yusran menyebut pelemahan rupiah berpotensi menguntungkan sektor pariwisata karena daya beli wisatawan asing menjadi lebih kuat, dengan wisatawan dari Singapura, Malaysia, dan negara ASEAN lainnya sebagai kelompok yang paling berpeluang memilih Indonesia sebagai destinasi.
  • Tren meningkatnya biaya penerbangan jarak jauh juga ikut mendorong wisatawan untuk lebih memilih destinasi regional yang lebih dekat, menjadikan Indonesia semakin kompetitif secara biaya di mata turis kawasan.
  • Meski potensinya nyata, Maulana mengingatkan bahwa lonjakan kunjungan belum tentu langsung berdampak pada okupansi hotel formal karena masalah akomodasi tidak resmi di berbagai destinasi wisata Indonesia belum terselesaikan.
  • 

Resolusi.co, Jakarta – Di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang terus melemah, ada satu sektor yang justru melihat peluang: pariwisata. Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran, menyebut kondisi ini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing, khususnya dari kawasan Asia Tenggara.

“Dari sisi wisatawan mancanegara, kondisi rupiah yang tertekan tentu membuat daya beli mereka menjadi lebih kuat saat berada di Indonesia,” kata Maulana kepada CNBC Indonesia, Selasa (2/6/2026).

Logikanya sederhana. Ketika rupiah melemah, setiap mata uang asing yang dibawa wisatawan otomatis bernilai lebih besar di Indonesia. Biaya makan, menginap, transportasi, dan belanja semuanya menjadi relatif lebih murah jika dikonversi dari dolar Singapura, ringgit, atau bath Thailand.

Maulana menyebut wisatawan dari negara-negara terdekat adalah yang paling berpotensi memanfaatkan kondisi ini. Singapura, Malaysia, dan negara-negara ASEAN lainnya dinilai akan lebih mempertimbangkan Indonesia sebagai tujuan perjalanan, terutama di tengah meningkatnya biaya penerbangan jarak jauh yang membuat destinasi yang lebih dekat semakin menarik secara kalkulasi.

“Mungkin yang akan diuntungkan adalah wisatawan dari negara-negara terdekat. Mereka bisa memilih Indonesia sebagai tujuan perjalanan karena lebih dekat,” ujarnya.

Dari sisi pengeluaran, Maulana memproyeksikan dampaknya juga positif. Wisatawan yang memegang mata uang lebih kuat cenderung berbelanja lebih bebas, dan itu berarti perputaran uang di destinasi wisata Indonesia berpotensi meningkat.

Namun Maulana tidak ingin terlalu optimistis. Ada satu persoalan lama yang selalu menggerogoti potensi itu sebelum sempat terealisasi penuh: maraknya akomodasi tidak resmi di berbagai destinasi wisata. Wisatawan yang datang dalam jumlah besar belum tentu akan tercermin dalam angka okupansi hotel formal, karena sebagian dari mereka memilih menginap di tempat yang beroperasi di luar sistem.

“Kita juga harus melihat persoalan akomodasi liar yang sampai sekarang masih menjadi isu di berbagai daerah tujuan wisata,” sebut Maulana.

Pelemahan rupiah memang bukan kabar baik untuk semua pihak. Bagi importir dan konsumen barang impor, ini pukulan nyata. Tapi bagi industri yang mengandalkan pengeluaran wisatawan asing di dalam negeri, ada celah yang bisa dimanfaatkan, asal pekerjaan rumah soal tata kelola akomodasi ikut diselesaikan.