Serangan Israel di Gaza Tewaskan Tujuh Warga Palestina dalam Sehari

- Tujuh warga Palestina tewas dalam serangan Israel di Gaza pada Senin (10/2): empat orang terbunuh dalam pengeboman bangunan hunian di barat Kota Gaza, dan tiga lainnya di Gaza tengah.
- Kabinet keamanan Israel menyetujui aturan baru untuk meningkatkan kontrol atas Tepi Barat yang diduduki, di tengah operasi penggerebekan dan penangkapan yang terus berlangsung.
- Serangan-serangan ini menambah daftar korban sipil dalam konflik yang telah memasuki tahun ketiga, dengan lebih dari 80 persen bangunan di Gaza hancur atau rusak parah.
, Yogyakarta-Serangan-serangan Israel di berbagai wilayah Gaza telah menewaskan setidaknya tujuh warga Palestina pada Senin (10/2), menurut laporan terbaru dari Al Jazeera.
Serangan udara Israel terhadap sebuah bangunan hunian di wilayah barat Kota Gaza menewaskan empat orang Palestina lebih awal hari ini. Serangan terpisah di Gaza tengah kemudian menambah jumlah korban tewas dengan tiga warga Palestina lainnya yang terbunuh.
Insiden-insiden ini terjadi di tengah operasi militer Israel yang terus berlanjut di seluruh enklave Palestina yang telah memasuki tahun ketiga. Serangan-serangan tersebut menargetkan area-area pemukiman sipil, menambah daftar panjang korban jiwa dalam konflik yang berkepanjangan.
Sementara itu, di Tepi Barat yang diduduki, aksi penggerebekan, penangkapan, dan serangan oleh pasukan Israel serta pemukim terus berlangsung di berbagai wilayah.
Laporan langsung Al Jazeera juga menyebutkan bahwa kabinet keamanan Israel telah menyetujui aturan-aturan baru untuk meningkatkan kontrol mereka atas Tepi Barat, langkah yang dikhawatirkan akan semakin memperketat cengkeraman Israel terhadap wilayah pendudukan tersebut.
Detail lengkap tentang identitas para korban dan kondisi mereka yang terluka belum dirilis sepenuhnya saat laporan ini dibuat. Namun serangan-serangan ini menambah jumlah korban sipil yang terus meningkat sejak eskalasi konflik dimulai lebih dari dua tahun lalu.
Kondisi kemanusiaan di Gaza tetap sangat memprihatinkan, dengan lebih dari 80 persen bangunan di enklave yang dihuni 2,3 juta jiwa tersebut telah hancur atau rusak parah akibat operasi militer Israel yang berkepanjangan.
Organisasi-organisasi internasional dan badan-badan kemanusiaan terus memperingatkan tentang krisis kemanusiaan yang memburuk di wilayah tersebut, termasuk kekurangan makanan, air bersih, obat-obatan, dan akses layanan kesehatan dasar.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: